Skip to main content

Koresponden Al-Mayadeen melaporkan bahwa pesawat tempur Israel menargetkan wilayah Tabna di distrik Sidon, Lebanon selatan, pada Kamis, 19 Februari 2026. Tak lama setelah peristiwa tersebut, koresponden Al-Mayadeen juga melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel melakukan pengeboman di kota Yaroun yang berada di wilayah selatan. Rangkaian serangan ini memperpanjang eskalasi militer di kawasan perbatasan, di mana pada Senin, 16 Februari 2026, agresi Israel telah mengakibatkan gugurnya seorang warga negara Lebanon dalam sebuah serangan udara yang menyasar sebuah mobil di kota Tallousa, distrik Marjeyoun.

Dalam menanggapi situasi keamanan yang semakin memburuk, Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menyampaikan pidato pada Senin, 16 Februari 2026, dalam rangka memperingati para pemimpin yang telah syahid. Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menegaskan bahwa kesabaran pihak perlawanan di Lebanon terhadap serangan-serangan Israel tidak dapat terus berlanjut. Ia menyatakan bahwa mengenai waktu, cara, serta perkembangan apa yang akan mengubah realitas di lapangan saat ini, hal tersebut akan dibuktikan oleh fakta-fakta yang terjadi di kemudian hari. Pernyataan ini menunjukkan posisi tegas dari pihak perlawanan Lebanon dalam menghadapi peningkatan intensitas serangan udara dan pengeboman yang dilakukan oleh militer Israel di berbagai wilayah Lebanon selatan.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: AnewZ