Media Israel melaporkan bahwa Sersan Satu Ofri Yaffa, seorang tentara berusia 21 tahun yang bertugas di kompi pengintai Brigade Pasukan Terjun Payung, tewas dalam pertempuran di Khan Yunis, Jalur Gaza bagian selatan. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 16 Februari 2026, ketika unit-unit militer Israel sedang melakukan operasi pembersihan di wilayah yang dikenal sebagai “Garis Kuning”.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa dua kelompok pasukan dari Brigade Pasukan Terjun Payung sedang melaksanakan operasi penggeledahan dan pembersihan bangunan secara terpisah di area yang sama. Dalam situasi pertempuran yang intens, salah satu kelompok pasukan secara keliru mengidentifikasi kelompok pasukan lainnya sebagai musuh. Kesalahan identifikasi ini berujung pada pelepasan tembakan yang mengenai Sersan Satu Ofri Yaffa hingga ia menderita luka kritis. Meskipun tim evakuasi medis segera dipanggil ke lokasi kejadian, nyawanya tidak dapat tertolong dan ia dinyatakan tewas tak lama kemudian.
Menanggapi insiden tersebut, militer Israel telah membuka investigasi lapangan untuk menyelidiki penyebab kegagalan koordinasi dan identifikasi yang menyebabkan jatuhnya korban dari pihak sendiri. Insiden penembakan antarteman seperti ini dilaporkan telah beberapa kali terjadi selama operasi darat di Jalur Gaza, terutama dalam pertempuran jarak dekat di area padat bangunan yang sering kali mengaburkan garis antara kawan dan lawan.
Sejak dimulainya operasi darat, media lokal mencatat adanya sejumlah kematian tentara Israel yang disebabkan oleh kesalahan prosedur tembak-menembak di antara sesama personel militer mereka. Investigasi ini bertujuan untuk memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai faktor teknis maupun manusiawi yang berkontribusi terhadap insiden di Khan Yunis tersebut.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Anadolu Agency

