Juru bicara latihan militer Laksamana Hassan Maghsoudlou mengonfirmasi bahwa pasukan angkatan laut Iran dan Rusia akan melaksanakan manuver gabungan pada hari Kamis, 19 Februari 2026, di Laut Oman dan Samudra Hindia bagian utara. Latihan yang berpusat di kota Bandar Abbas ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan maritim serta interaksi berkelanjutan demi menjamin keselamatan navigasi di kawasan-kawasan sensitif tersebut. Laksamana Hassan Maghsoudlou menjelaskan bahwa salah satu target utama dari manuver ini adalah mengembangkan kerja sama angkatan laut serta memperkuat hubungan kedua negara dalam merancang dan mengeksekusi operasi gabungan secara efektif.
Fokus utama dari latihan ini mencakup pencapaian konvergensi dan koordinasi prosedur bersama untuk menghadapi berbagai aktivitas yang mengancam keselamatan maritim, khususnya dalam melindungi kapal dagang dan kapal tanker minyak, serta memerangi terorisme laut. Laksamana Hassan Maghsoudlou menekankan bahwa rencana latihan ini juga disusun untuk memperdalam hubungan persahabatan serta meningkatkan kerja sama regional dengan memprioritaskan negara-negara tetangga. Selain itu, manuver tersebut dimaksudkan untuk memperkuat peran negara-negara di kawasan dalam menetapkan stabilitas keamanan laut secara mandiri.
Di pihak lain, komandan kelompok angkatan laut Rusia Letnan Satu Alexei Sergeev menyatakan apresiasinya atas sambutan hangat dan keramahan Republik Islam Iran selama berada di Bandar Abbas. Ia menegaskan bahwa tingkat interaksi dan kerja sama yang erat antara kedua belah pihak menunjukkan kemampuan bersama dalam mengelola serta menyelesaikan berbagai tantangan maritim maupun pesisir. Letnan Satu Alexei Sergeev menyatakan kesiapan pihaknya untuk melakukan manuver gabungan di area mana pun, termasuk latihan khusus seperti operasi kontra-terorisme maritim yang melibatkan berbagai kapal dan perahu milik kedua negara.
Di tengah eskalasi ini, Teheran juga mengirimkan pesan balasan kepada Washington dengan menegaskan bahwa persenjataan Iran memiliki kemampuan untuk menenggelamkan kapal perusak maupun kapal induk Amerika Serikat. Sebagai bentuk kesiapan menghadapi segala kemungkinan ancaman, Iran telah meningkatkan status siaga angkatan bersenjatanya di seluruh domain, baik darat, laut, maupun udara. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya ketegangan regional dan upaya Iran untuk terus menunjukkan kekuatan pertahanan nasionalnya di hadapan kehadiran militer asing di kawasan tersebut.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Anadolu Agency


