Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa perundingan nuklir yang tengah berlangsung dengan Amerika Serikat dilakukan dengan koordinasi penuh dan otoritas dari Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Sayyid Ali Khamenei. Dalam pertemuan dengan sejumlah ulama pada Selasa, 17 Februari 2026, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa tujuan pemerintahannya adalah untuk menyelesaikan berbagai persoalan secara hakiki, bukan sekadar terjebak dalam retorika kosong. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang berupaya keras untuk mencapai kesimpulan yang konkret dan berharap proses diplomatik ini akan membuahkan hasil yang nyata bagi bangsa Iran.
Dalam kesempatan tersebut, Masoud Pezeshkian juga memaparkan berbagai langkah strategis pemerintah selama satu setengah tahun terakhir, termasuk program reformasi struktural, perbaikan indikator ekonomi, serta pengembangan hubungan dengan negara-negara tetangga dan dunia Islam. Terkait kebijakan luar negeri, ia mencatat bahwa kerja sama regional telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dibuktikan dengan dukungan negara-negara tetangga terhadap Republik Islam Iran selama perang 12 hari serta kecaman bersama terhadap tindakan entitas Zionis. Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan Sayyid Ali Khamenei yang telah membantu pemerintah mengedepankan pendekatan kerja sama dan pemahaman dibandingkan konfrontasi saat menghadapi perselisihan internal maupun eksternal.
Dari Jenewa, Menteri Luar Negeri Sayyid Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa putaran kedua perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat telah berakhir dengan kemajuan yang positif pada Selasa, 17 Februari 2026. Perundingan yang berlangsung selama sekitar tiga setengah jam di Kedutaan Besar Oman tersebut dinilai lebih serius dan konstruktif dibandingkan putaran sebelumnya. Sayyid Abbas Araghchi menjelaskan bahwa kedua pihak telah berhasil mencapai konsensus umum mengenai serangkaian prinsip panduan yang akan menjadi dasar untuk mulai menyusun draf teks perjanjian. Meski proses ini diprediksi akan menjadi lebih kompleks dan sensitif saat memasuki tahap penyusunan draf, ia menegaskan bahwa jalur komunikasi kini telah jauh lebih jelas.
Meskipun belum ada tanggal spesifik yang ditetapkan untuk putaran ketiga, kedua delegasi sepakat untuk mengerjakan teks kemungkinan kesepakatan secara mandiri sebelum nantinya saling bertukar draf. Sayyid Abbas Araghchi mencatat bahwa meskipun masih terdapat perbedaan posisi yang memerlukan waktu untuk diselaraskan, pencapaian prinsip-prinsip panduan ini merupakan langkah maju yang signifikan. Perundingan ini sendiri melibatkan tokoh-petinggi dari kedua belah pihak, termasuk perwakilan khusus Donald Trump, Steve Wittkopf, serta menantu Presiden Amerika Serikat Jared Kushner, dengan mediasi berkelanjutan dari Menteri Luar Negeri Oman Badr Al-Busaidi.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Press TV


