Skip to main content

Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Shahram Irani, menegaskan bahwa pasukannya terus memantau setiap pergerakan musuh selama dua puluh empat jam penuh. Ia menyatakan bahwa hal yang paling ditakuti oleh pihak musuh sebenarnya adalah kekuatan rakyat Iran sendiri. Laksamana Irani juga menambahkan bahwa Iran sangat serius dalam menjalankan diplomasi pertahanan angkatan laut, di mana mereka terus menerima berbagai undangan untuk berpartisipasi dalam latihan militer gabungan. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa banyak pihak luar yang secara khusus meminta pengiriman instruktur dari Iran, yang membuktikan bahwa kekuatan laut militer Iran kini telah bertransformasi menjadi pemain kunci yang berpengaruh di panggung internasional.

Prioritas utama angkatan laut saat ini, menurut Laksamana Irani, adalah memastikan keamanan ekonomi kapal-kapal Iran. Kehadiran pasukan mereka diklaim telah memberikan rasa aman tidak hanya bagi kepentingan domestik, tetapi juga bagi semua negara yang berada dalam lingkup misi pengamanan mereka. Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, memperkuat posisi diplomatik negara dengan menyatakan bahwa tidak akan ada negosiasi untuk isu apa pun di luar program nuklir. Ia menilai bahwa Washington akhirnya menyadari perlunya menempuh pendekatan selain opsi militer, dan menyebut langkah Amerika Serikat menuju meja perundingan sebagai jalur yang rasional.

Ali Larijani mengonfirmasi bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat masih terus berjalan dengan sikap positif dari pihak Teheran. Meski demikian, ia mencatat bahwa hingga saat ini Teheran belum menerima proposal spesifik dari Washington, dan apa yang terjadi di Muscat, Oman, sejauh ini hanyalah berupa pertukaran pesan. Larijani juga melontarkan tuduhan kepada Israel yang dianggap sengaja mencoba menyabotase proses negosiasi dan terus mencari dalih untuk mengobarkan peperangan di kawasan.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi memberikan syarat tegas bahwa setiap kesepakatan yang dihasilkan nantinya harus bersifat adil dan seimbang. Ia menekankan bahwa Iran akan membela kedaulatannya dengan cara apa pun dan berapa pun harganya. Dari pihak Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa pertemuannya dengan Benjamin Netanyahu tidak menghasilkan keputusan final apa pun, selain penegasannya untuk tetap melanjutkan negosiasi dengan Teheran. Trump menganggap bahwa dialog langsung dengan pihak Teheran merupakan opsi terbaik yang dimiliki Washington saat ini.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Pars Today