Skip to main content

Administrasi Maritim Amerika Serikat mengeluarkan peringatan serius bagi seluruh kapal berbendera Amerika yang melintasi Selat Hormuz dan Laut Oman agar tetap waspada dan tidak jatuh ke tangan pasukan keamanan Iran. Peringatan ini muncul menyusul laporan mengenai adanya upaya sistematis dari pihak Teheran untuk memaksa kapal-kapal komersial masuk ke dalam batas perairan teritorial mereka secara ilegal. Angkatan Laut Amerika Serikat mengklaim bahwa kapal-kapal yang melintasi jalur perdagangan vital tersebut kini berada dalam risiko tinggi untuk ditahan atau disita oleh otoritas Iran, sebagaimana insiden terakhir yang dilaporkan terjadi pada tanggal 3 Februari 2026.

Dalam instruksi resminya, otoritas maritim Amerika menyarankan kapten kapal untuk menolak setiap perintah atau intervensi dari pihak Iran, kecuali jika penolakan tersebut secara langsung membahayakan keamanan kru dan kapal mereka. Saat ini, Angkatan Laut Amerika Serikat tengah melakukan penilaian mendalam terhadap situasi keamanan maritim di kawasan tersebut dengan dalih melindungi kebebasan navigasi bagi aset-aset mereka. Situasi di perairan ini semakin memanas karena bertepatan dengan penumpukan kekuatan militer Amerika di kawasan yang ditujukan untuk memberikan tekanan tambahan terhadap Republik Islam Iran.

Di sisi lain, Teheran memandang peringatan dan penumpukan militer Amerika sebagai bentuk provokasi serta fabrikasi alasan untuk meluncurkan agresi militer baru, serupa dengan serangan yang terjadi pada Juni 2025. Iran menyatakan Washington dan Tel Aviv tengah merancang skenario untuk menggulingkan rezim yang berkuasa dengan kedok pengamanan maritim. Meskipun perundingan tidak langsung antara kedua negara sedang berlangsung di Muscat, Oman, Iran tetap bersikap tegas. Mereka bersumpah akan membalas setiap serangan militer, sekecil apa pun skalanya, dan tetap menuntut penghapusan sanksi ekonomi Barat yang dianggap tidak adil sebagai imbalan atas pembongkaran program nuklir mereka yang hanya untuk tujuan damai.

Perbedaan posisi tawar ini menjadi inti dari kebuntuan diplomatik yang terjadi. Amerika Serikat bersikeras menuntut Iran untuk menghentikan total seluruh aktivitas pengayaan uranium dan memindahkan seluruh cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke luar wilayah kedaulatan mereka. Sementara itu, Iran tetap pada pendiriannya bahwa pengayaan uranium adalah hak kedaulatan yang tidak bisa ditawar, menciptakan pemandangan yang kontradiktif di mana sinyal perundingan damai di Muscat justru dibarengi dengan ancaman bentrokan nyata di jalur pelayaran internasional Selat Hormuz.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Al Jazeera