Intelijen Garda Revolusi Iran (IRGC) di Provinsi Kerman mengumumkan keberhasilan besar dalam membongkar lebih dari 12 jaringan teroris dan spionase aktif yang menjadi otak di balik kerusuhan di wilayah tersebut. Melalui pernyataan resmi Kantor Hubungan Masyarakat “Korps Tharallah”, dijelaskan bahwa operasi ini merupakan hasil dari prosedur teknis dan intelijen yang ekstensif, serta pemanfaatan laporan warga melalui Pusat Berita 114.
Jaringan-jaringan yang terorganisir ini diketahui berafiliasi dengan poros Amerika-Zionis dan memegang peran kunci dalam mengorganisir, mengarahkan, serta melaksanakan aksi terorisme di Provinsi Kerman. Hingga saat ini, sejumlah besar pemimpin, kepala jaringan, dan elemen kunci dari kelompok-kelompok tersebut telah ditangkap, baik sebelum maupun selama kerusuhan berlangsung. Pihak IRGC menegaskan bahwa cakupan intelijen telah mencapai tingkat yang memungkinkan operasi ini terus berlanjut hingga seluruh penghasut kekacauan ditindak secara tegas. Detail lebih lanjut mengenai sel-sel yang dibongkar tersebut dijanjikan akan segera dirilis dalam waktu dekat.
Sementara itu, di Irak, Kota Mosul menyaksikan sebuah pertemuan publik besar-besaran yang diikuti oleh berbagai komponen dan kelompok masyarakat. Pemandangan ini mencerminkan persatuan nasional dan kohesi sosial yang kuat, sekaligus menjadi ajang pembaruan ikrar untuk berdiri bersama Republik Islam Iran dalam menghadapi hegemoni serta keangkuhan Amerika Serikat.
Rakyat Mosul, dari berbagai latar belakang dan afiliasi, berkumpul dalam solidaritas yang kokoh untuk mewujudkan kehendak rakyat yang tak tergoyahkan. Mereka menegaskan kembali posisi teguh dan kesetiaan yang tulus dengan berdiri bahu-membahu bersama Iran dalam menentang segala bentuk arogansi global, sembari mengibarkan panji kebenaran dan martabat di tengah dinamika kawasan yang kian memanas.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Press TV



