Skip to main content

Menanggapi aksi massa para pedagang pasar di Iran dalam beberapa pekan terakhir, Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa kalangan pasar dan pedagang merupakan salah satu segmen masyarakat yang paling setia terhadap sistem Islam dan Revolusi Islam. Beliau menekankan bahwa tidak mungkin mengonfrontasi Republik Islam dengan mengatasnamakan pasar.

Pemimpin Besar Iran tersebut menggambarkan protes para pedagang terhadap penurunan nilai mata uang nasional—yang memicu ketidakstabilan di lingkungan bisnis—sebagai kekhawatiran yang sah. Beliau mengatakan bahwa para pedagang memiliki argumen yang benar bahwa mereka tidak dapat menjalankan bisnis di bawah kondisi seperti itu. Ayatullah Khamenei menambahkan bahwa para pejabat negara, termasuk presiden dan otoritas senior lainnya, mengakui masalah tersebut dan sedang mengupayakan solusinya.

Beliau juga mencatat bahwa musuh turut campur dalam isu ini. Beliau menambahkan bahwa ketidakstabilan dan kenaikan harga mata uang asing yang tidak masuk akal—yang membuat para pedagang berada dalam ketidakpastian—bukanlah hal yang alami dan harus dicegah melalui berbagai langkah serta upaya yang saat ini sedang dijalankan oleh para pejabat.

Sembari menegaskan kembali bahwa protes para pedagang atas masalah ini dibenarkan, beliau menyatakan bahwa hal yang tidak dapat diterima adalah kehadiran orang-orang yang terprovokasi atau tentara bayaran musuh yang berada di belakang para pedagang dan meneriakkan slogan-slogan melawan Islam, Iran, serta Republik Islam.

Ayatullah Khamenei menekankan bahwa, “Protes itu sah, namun protes berbeda dengan kerusuhan.” Beliau mengatakan bahwa para pejabat harus berdialog dengan para pemprotes, tetapi berbicara dengan perusuh adalah hal yang sia-sia dan mereka justru harus ditindak secara tegas.

“Sangat tidak dapat diterima bagi individu-individu tertentu, dengan berbagai label, untuk berdiri di belakang para pedagang pasar yang beriman, sehat, dan revolusioner dengan tujuan menyabotase keamanan negara dan mengeksploitasi protes mereka untuk terlibat dalam kerusuhan,” tegas beliau.

Ayatullah Khamenei menggambarkan perolehan pemahaman yang benar tentang musuh sebagai sebuah pencapaian besar. Ia mengatakan bahwa rakyat telah menyaksikan realitas Amerika Serikat selama perang 12 hari pada Juni 2025. Beliau mencatat bahwa bahkan mereka yang sebelumnya percaya bahwa negosiasi dengan Washington adalah solusi, akhirnya menyadari bahwa di tengah pembicaraan, pemerintah AS justru sedang menyiapkan rencana perang.

Pemimpin Besar Republik Islam Iran tersebut menyerukan pentingnya kewaspadaan terhadap perang lunak (soft war), penebaran keraguan, dan penyebaran rumor oleh musuh. Beliau merujuk pada miliaran dolar yang dihabiskan untuk menyebarkan narasi palsu di Iran melalui jaringan televisi satelit dan pusat media. Beliau memperingatkan bahwa tujuan dari upaya ini adalah untuk melemahkan negara dan merusak persatuan bangsa yang telah terbukti krusial selama perang 12 hari tersebut.

Sumber berita: Tasnim News Agency

Sumber gambar: Jerusalem Post