Skip to main content

Sebagai bentuk perlawanan terhadap agresi Israel serta demi membela tanah air dan rakyat Lebanon, Perlawanan Islam melaksanakan 34 operasi militer pada hari Sabtu, 23 November 2024. Operasi ini menargetkan pemukiman, situs militer, barak, serta titik konsentrasi pasukan musuh di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina dengan menggunakan drone serang, rudal, dan peluru artileri.

Di garis depan pertempuran darat, para pejuang Perlawanan Islam berhasil menyergap pasukan infanteri Israel yang mencoba merangsek maju menuju kota Deir Mimas. Begitu musuh mencapai titik penyergapan di pinggiran barat kota, para pejuang segera menyerang mereka dari jarak dekat menggunakan senapan mesin dan roket hingga menimbulkan kerugian personel di pihak lawan. Pasukan musuh kemudian terpaksa mengevakuasi korban-korban mereka dari lokasi bentrokan di bawah lindungan tembakan intens dan tabir asap. Upaya infiltrasi serupa terjadi di pinggiran timur kota Al-Bayada, di mana pejuang Perlawanan menyambut gerak maju musuh dengan rentetan tembakan yang memicu bentrokan sengit, mengakibatkan sejumlah tentara penyusup tewas dan terluka. Tak lama kemudian, para pejuang kembali menggempur posisi pasukan musuh di pinggiran timur laut Al-Bayada menggunakan senjata mesin dan roket.

Keunggulan taktis Perlawanan di medan darat juga ditunjukkan dengan penghancuran alat berat musuh. Para pejuang mendeteksi sebuah tank Merkava yang bergerak di dekat sebuah sekolah di kota Al-Jabin dan langsung menghantamnya dengan rudal berpemandu hingga hancur total, menewaskan atau melukai seluruh awaknya. Sebuah tank Merkava lainnya juga berhasil dilumat dengan rudal berpemandu di sebelah barat kota Shama. Sepanjang hari, para Mujahidin terus membombardir pergerakan dan titik kumpul pasukan musuh di pinggiran desa Khiam, Kfarkela, dan Deir Mimas menggunakan kawanan drone, roket, serta artileri.

Unit rudal Perlawanan turut membombardir sejumlah basis militer, pemukiman, dan kota di utara Palestina yang diduduki. Target serangan mencakup Pangkalan Shragga yang merupakan markas administratif Brigade Golani di utara Acre, pemukiman Ayelet HaShachar, Meron, Avivim, Dishon, dan Kiryat Shmona, serta kota Safed yang diduduki.

Sebagai bagian dari rangkaian Operasi Khaibar, unit rudal Perlawanan untuk pertama kalinya menargetkan situs pertahanan udara dan rudal Mishmar al-Karmel. Situs strategis ini terletak sekitar 40 kilometer dari perbatasan Lebanon, tepatnya di selatan kota Haifa, dan dihantam dengan rentetan rudal berkualitas tinggi. Selain itu, angkatan udara Perlawanan melancarkan serangan udara menggunakan skuadron drone serang ke Pangkalan Shragga di utara Acre dan berhasil mengenai sasaran dengan tingkat presisi yang tinggi. Pada hari ini, tercatat 17 sirine peringatan meraung di berbagai wilayah utara Palestina yang diduduki, terutama di Galilea Atas, wilayah Panhandle, serta sepanjang garis pantai dari Ras al-Naqoura hingga wilayah Haifa.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: Euronews