Skip to main content

Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak (Popular Mobilization Forces/PMF) meluncurkan kampanye media untuk memperingati enam tahun gugurnya para “pemimpin kemenangan”, Wakil Kepala PMF Abu Mahdi al-Muhandis dan Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Islam Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani, bersama sejumlah rekan mereka. Keduanya gugur dalam serangan udara Amerika Serikat yang menargetkan konvoi mereka di dekat Bandara Internasional Baghdad.

Dalam sebuah pernyataan resmi, PMF menegaskan bahwa kampanye ini akan memusatkan perhatian pada kejahatan tersebut serta mengingatkan publik pada detail peristiwa yang, menurut mereka, ada pihak-pihak yang berupaya menghapusnya dari ingatan dan kesadaran kolektif. PMF menekankan bahwa kejahatan tersebut tidak akan pernah terhapus dari memori bangsa.

PMF menyatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan, kampanye ini akan menampilkan biografi para pemimpin yang gugur, termasuk perjalanan hidup mereka, pencapaian, sikap dan prinsip perjuangan, serta pengabdian panjang mereka terhadap isu-isu umat, keamanan, martabat, dan perlindungan negara dari berbagai ancaman.

Dalam teks resmi kampanye yang diumumkan, PMF menyatakan bahwa peluncuran ini dilakukan sebagai bentuk kesetiaan kepada para pemimpin, syuhada, dan simbol perjuangan, sekaligus perwujudan makna kedaulatan dan martabat nasional. Kampanye ini digelar seiring dengan memasuki paruh kedua bulan Desember dan mendekati peringatan kejahatan Amerika Serikat yang mereka sebut sebagai tindakan pengkhianatan di dekat Bandara Internasional Baghdad.

PMF menegaskan bahwa kampanye tersebut akan mengulas kembali secara kronologis peristiwa-peristiwa paling penting yang mendahului tragedi tersebut, sebagaimana terjadinya, tanpa distorsi maupun penghilangan fakta. Mereka juga mengajak masyarakat luas, khususnya mereka yang menjunjung tinggi nilai kesetiaan, martabat, dan kehormatan, untuk berpartisipasi aktif dengan menyebarluaskan materi kampanye sebagai bagian dari tanggung jawab moral terhadap para syuhada dan negara.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Al Jazeera