Skip to main content

Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan kesiapan Iran untuk memainkan peran aktif dalam proses pembentukan dan penguatan perdamaian serta keamanan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh negara di kawasan. Ia menekankan bahwa pendekatan Teheran didasarkan pada kerja sama regional dan penolakan terhadap perang, kekerasan, serta konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Pezeshkian dalam pertemuannya dengan Ketua Parlemen Ethiopia, Tagesse Chafo, yang melakukan kunjungan resmi ke Teheran. Dalam pertemuan itu, Pezeshkian menegaskan bahwa visi dan keinginan Republik Islam Iran adalah “mewujudkan dunia yang dipenuhi perdamaian dan keamanan, serta terbebas dari peperangan, kekerasan, dan konflik.”

Presiden Iran menilai bahwa stabilitas kawasan hanya dapat dicapai melalui dialog, saling menghormati kedaulatan negara, dan penguatan kerja sama antarnegeri, khususnya di antara negara-negara berkembang. Ia juga menekankan pentingnya peran negara-negara regional dalam menjaga keamanan kolektif tanpa intervensi asing.

Ketua Parlemen Ethiopia, Tagesse Chafo, tiba di Teheran pada Sabtu pagi dan disambut oleh Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Iran–Ethiopia, Manouchehr Mottaki, serta Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran untuk Urusan Internasional, Abolfazl Amouei. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama parlemen antara kedua negara.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Islam Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa Iran dan Ethiopia telah menetapkan tujuan bersama untuk mengembangkan hubungan ekonomi, politik, dan budaya. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers bersama dengan Ketua Parlemen Ethiopia, yang melakukan kunjungan selama dua hari ke Iran.

Qalibaf menyatakan bahwa keanggotaan bersama Iran dan Ethiopia dalam kelompok BRICS akan memberikan peluang besar dalam memperkuat hubungan bilateral, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan. Ia menilai BRICS sebagai kerangka strategis yang dapat membantu negara-negara anggota memperluas kerja sama di luar dominasi sistem internasional tradisional.

Ketua Parlemen Iran juga menjelaskan bahwa Ethiopia merupakan salah satu negara terbesar di Afrika dari sisi jumlah penduduk, serta memiliki banyak kesamaan budaya dengan dunia Islam, khususnya dengan Iran dan umat Muslim. Menurutnya, kesamaan tersebut menjadi modal penting untuk mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Qalibaf menambahkan bahwa hubungan Iran dan Ethiopia telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade, sebuah sejarah panjang yang menjadi fondasi kuat bagi pengembangan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, perdagangan, budaya, dan politik. Ia menekankan bahwa penguatan hubungan dengan negara-negara Tanduk Afrika, terutama melalui jalur maritim, merupakan tujuan bersama Teheran dan Addis Ababa.

Selain itu, kedua pihak juga membahas pentingnya peningkatan hubungan antarparlemen, yang dinilai dapat mempercepat kerja sama konkret, khususnya melalui komite-komite ekonomi dan perdagangan di kedua negara.

Qalibaf menegaskan bahwa Iran secara konsisten berupaya mengembangkan hubungan dengan negara-negara Afrika, terutama di kawasan Tanduk Afrika yang secara geografis dekat dengan Iran. Ia juga menekankan komitmen Teheran dalam mendukung persatuan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah seluruh negara.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Ethiopia menyampaikan apresiasinya kepada Republik Islam Iran, seraya menegaskan bahwa lebih dari tujuh puluh tahun hubungan diplomatik antara kedua negara telah membuka jalan bagi penguatan kerja sama parlemen serta pengembangan hubungan bilateral antara pemerintah dan rakyat kedua negara.

Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Afrika dan Iran, serta menyatakan harapannya agar kerja sama bersama dapat ditingkatkan dalam waktu dekat, demi kepentingan bersama dan pembangunan berkelanjutan di kedua negara.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Pars Today