Skip to main content

Dalam rangka merespons agresi Israel dan membela Lebanon serta rakyatnya, Perlawanan Islam melaksanakan 14 operasi militer pada Selasa, 5 November 2024. Sebagian besar operasi menargetkan permukiman, pangkalan militer, barak, dan konsentrasi pasukan Israel di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina, dengan menggunakan roket dan artileri.

Di sektor darat, para mujahid Perlawanan Islam memantau pergerakan pasukan Israel di barat daya kota Maroun al-Ras dan menembakkan serangan roket yang tepat mengenai sasaran. Sebagai bagian dari rangkaian Operasi “Kheibar”, unit roket Perlawanan menargetkan pabrik peledak di Hadera, selatan Haifa, dengan serangan presisi.

Unit roket juga menembakkan salvo ke sejumlah pangkalan, permukiman, dan kota di utara Palestina yang diduduki, termasuk:

  • Markas Brigade Golani (Ma’aleh Golan)
  • Kumpulan pasukan Israel di lokasi Ramtha, Dataran Tinggi Shebaa
  • Pangkalan Meron untuk operasi udara
  • Permukiman Nahariya

Angkatan udara Perlawanan melancarkan serangan drone terhadap posisi artileri Israel di permukiman Nout Mordechai serta kumpulan pasukan di sisi tenggara Maroun al-Ras, mengenai target secara tepat dan efektif.

Media militer Perlawanan juga merilis video operasi di Nahariya, menampilkan pesan dari para mujahid kepada Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem, menegaskan tekad mereka untuk tetap bertahan meski perang berlangsung puluhan tahun.

Menurut laporan militer Israel, seorang tentara dari Batalyon 932 Brigade Nahal terluka parah dalam bentrokan di Lebanon selatan. Channel 12 Israel melaporkan bahwa sekitar 20 roket diluncurkan dari Lebanon menuju Nahariya dan sekitarnya, menyebabkan beberapa kerusakan.

Pada hari itu, sirene peringatan berbunyi 13 kali di berbagai wilayah utara Palestina yang diduduki, terutama di permukiman Galilea Hulu, dari Rosh Hanikra di utara hingga Hadera di selatan.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: Roya News