Video para pemain tim nasional Palestina yang merayakan lolosnya mereka ke perempat final Piala Arab memicu gelombang reaksi luas di media sosial, setelah dalam selebrasi itu para pemain dengan lantang menyanyikan lagu-lagu perjuangan yang menyebut tokoh-tokoh perlawanan seperti Muhammad al-Dif dan Yahya al-Sinwar.
Pertandingan antara timnas Suriah dan Palestina dalam laga ketiga Grup A digelar Minggu malam di Stadion Kota Pendidikan. Duel itu berakhir imbang tanpa gol, namun hasil tersebut cukup bagi Palestina untuk mengamankan tempat di babak perempat final—sebuah pencapaian yang langsung meledakkan euforia di ruang ganti.
Menurut laporan Arabi21, video yang diunggah dari ruang ganti pemain Palestina setelah laga tersebut dengan cepat menyebar luas di platform media sosial dan diberitakan banyak media regional. Dalam rekaman yang viral itu, para pemain terlihat menyanyikan syair dan slogan perlawanan dengan penuh semangat, menyebut nama dua figur besar dalam sejarah perjuangan Palestina: komandan Brigade al-Qassam yang syahid, Muhammad al-Dif, dan pemimpin Gaza, Yahya al-Sinwar.
Momen itu segera memicu perbincangan luas, antara dukungan yang membanjiri para pemain sebagai simbol keteguhan rakyat Palestina, hingga kegelisahan di pihak-pihak yang menolak melihat bahwa identitas nasional Palestina dan perlawanan tidak dapat dipisahkan. Selebrasi itu dipandang banyak warganet sebagai bukti bahwa sekalipun di tengah kompetisi olahraga, denyut perlawanan tetap hidup dalam hati para pemain yang membawa nama bangsa di panggung internasional.
Sumber berita: ISNA
Sumber gambar: Al Jazeera



