Skip to main content

Dalam konteks merespons agresi Israel dan membela Lebanon serta rakyatnya, Perlawanan Islam melaksanakan dua puluh dua operasi militer pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Sebagian besar operasi tersebut menargetkan permukiman, posisi militer, barak, serta konsentrasi pasukan Israel di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina menggunakan rudal dan tembakan artileri.

Setelah pemantauan yang cermat terhadap konsentrasi pasukan Israel di sekitar Aita al-Shaab, Markaba, dan al-Mushairifa, para pejuang menargetkan mereka dengan salvo roket terarah, menghasilkan hantaman langsung pada titik-titik yang disasar.

Unit rudal Perlawanan juga membombardir sejumlah kota, permukiman, dan instalasi militer di Palestina yang diduduki, termasuk pangkalan “Mishar”—markas intelijen utama Komando Utara di utara Safed yang diduduki—serta kawasan Krayot di utara Haifa dan pangkalan “Shraga” di utara Acre. Sebagai bagian dari rangkaian Operasi Khaybar, unit rudal menargetkan konsentrasi pasukan Israel di pangkalan “Ayelet”, markas Divisi Galilea yang baru dibentuk di timur laut Safed, menggunakan salvo rudal berkualifikasi tinggi.

Dalam operasi udara, Angkatan Udara Perlawanan melancarkan serangan drone berskala besar yang untuk pertama kalinya menargetkan pangkalan udara Tel Nof—markas Komando Pusat Israel yang menampung skuadron F-15 dan terletak 145 km dari perbatasan Lebanon–Palestina di selatan Tel Aviv. Serangan drone lain diarahkan ke pangkalan Naoura, markas Divisi ke-36 Israel yang terletak sekitar 50 km dari perbatasan di barat daya Danau Galilea. Semua serangan mengenai sasaran dengan presisi tinggi.

Dalam waktu yang sama, militer Israel mengakui bahwa enam puluh satu perwira dan prajurit terluka selama 24 jam akibat bentrokan dengan Hezbollah, sementara media Ibrani mengonfirmasi tewasnya lima tentara Israel.

Sepanjang hari itu, sirene peringatan berbunyi dua puluh tujuh kali di berbagai wilayah Palestina yang diduduki, terutama di permukiman Finger of the Galilee, Galilea Hulu, serta jalur pesisir dari Rosh HaNikra hingga kawasan Haifa, mencerminkan intensitas operasi Perlawanan pada hari tersebut.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: Le Point