Skip to main content

Dokumen resmi Amerika Serikat yang baru dirilis mengungkap bahwa Jeffrey Epstein—pengusaha AS yang telah divonis atas kejahatan seksual sebelum meninggal pada 2019—pernah mendorong bank Swiss Rothschild untuk mendanai apa yang ia sebut sebagai “imperium senjata siber Israel.”

Dalam laporan Bloomberg, disebutkan bahwa Baroness Ariane de Rothschild, CEO Edmond de Rothschild Group—bank swasta bersejarah dan salah satu lembaga keuangan terbesar di Swiss berdasarkan jumlah aset kelolaan—mengunjungi rumah Epstein di New York pada tahun 2015.

Mengutip situs investigasi Amerika Serikat Drop Site News, pihak bank mengakui pertemuan tersebut dan juga mengonfirmasi bahwa Epstein memperkenalkan de Rothschild kepada tokoh finansial dan firma hukum besar di AS. Epstein juga disebut dua kali memberikan bantuan langsung kepada de Rothschild terkait manajemen aset pribadi.

Namun, dokumen terbaru menunjukkan bahwa hubungan pribadi antara Epstein dan de Rothschild jauh lebih dekat daripada yang sebelumnya diakui pihak bank.

Serangkaian dokumen—termasuk email bocoran dari mantan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak—menggambarkan bagaimana Epstein memanfaatkan kedekatannya dengan keluarga Rothschild untuk menggalang dana bagi pengembangan proyek senjata siber Israel.

Bukti email menunjukkan bahwa Epstein berperan membantu Barak menjalin hubungan personal dengan de Rothschild demi mendapatkan dukungan finansial untuk proyek keamanan dan teknologi siber.

Epstein juga mendorong pendanaan untuk perusahaan rintisan yang fokus pada serangan siber ofensif, sementara Barak merekrut para ahli dari militer dan industri keamanan siber Israel untuk mengembangkan alat serangan digital—beberapa di antaranya terinspirasi dari bocoran dokumen Edward Snowden.

Dalam proses ini, Epstein berfungsi sebagai penghubung antara elit global, termasuk bank-bank Swiss dan mantan pejabat militer Amerika Serikat, guna membuka jalur pendanaan dan kolaborasi strategis.

Pembahasan di antara para pihak juga mencakup rencana pembentukan dana amal investasi yang ditujukan untuk mendukung inovasi teknologi Israel di bidang komunikasi, keamanan siber, dan bioteknologi.

Barak mengusulkan gagasan pembentukan “dana investasi yang dikelola donor” dengan fokus pada sektor-sektor strategis dalam ekonomi teknologi Israel.

Dokumen tersebut turut menegaskan bahwa Epstein dan de Rothschild mempertahankan hubungan personal yang erat, sementara Barak berupaya memanfaatkan peluang pendanaan dan teknologi secara strategis.

Investigasi ini menyoroti adanya jaringan hubungan tertutup antara politik, keuangan global, dan intelijen yang bertujuan memperkuat kapabilitas siber Israel sekaligus menciptakan keuntungan bisnis bernilai tinggi.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Drop Site News