Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam keras Amerika Serikat dan Israel, menuding keduanya telah menyebarkan kebohongan keji selama bertahun-tahun untuk membenarkan ancaman mereka terhadap fasilitas nuklir Iran.
Dalam pernyataan publiknya pada Kamis, 30 Oktober 2025, Araghchi menegaskan bahwa berbagai bukti dan pernyataan resmi dari lembaga internasional mengonfirmasi sifat damai program nuklir Iran. Ia menyoroti pernyataan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, yang di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa Iran tidak sedang dan tidak pernah berupaya mengembangkan senjata nuklir.
Araghchi juga menyinggung dukungan Menteri Luar Negeri Oman, Badr bin Hamad Al Busaidi, yang dikenal sebagai mediator diplomatik utama dan berulang kali menyatakan bahwa “ancaman nuklir Iran tidak pernah ada.”
“Mereka yang menghancurkan meja perundinganlah yang menciptakan ancaman,” ujar Araghchi, menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel—bukan Iran—yang menggagalkan diplomasi. Ia menyatakan bahwa kesaksian independen dari IAEA dan pihak mediasi Arab telah membongkar narasi palsu AS–Israel, yang selama ini digunakan untuk melegitimasi tindakan melawan hukum dan ancaman militer terhadap Iran.
Menurutnya, agresi Washington dan Tel Aviv bukan hanya serangan terhadap Iran, tetapi juga serangan terhadap diplomasi dan perdamaian internasional, didorong oleh ketakutan Israel bahwa kampanye demonisasi terhadap Iran akan gagal.
Dalam pernyataan yang sama, Araghchi juga mengecam ujicoba senjata nuklir baru yang dilakukan Amerika Serikat, seraya menuduh Washington melanggar hukum internasional dan merusak keamanan global.
“Jangan salah paham,” tegas Araghchi. “Amerika Serikat adalah ancaman proliferasi paling berbahaya di dunia. Dengan menghidupkan kembali uji coba nuklirnya, mereka telah menempatkan perdamaian dan keamanan internasional dalam bahaya nyata.”
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: Jerusalem Post



