Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa Iran telah memberi tahu Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa Perjanjian Kairo tidak lagi berlaku, menyusul keputusan badan tersebut. Ia menegaskan bahwa perjanjian itu secara praktis telah kehilangan fungsinya sebagai landasan hubungan Iran dengan badan tersebut dalam kerangka pengawasan.
Menanggapi keputusan Dewan Gubernur IAEA terhadap Iran, Araqchi mengatakan bahwa Teheran secara resmi telah menginformasikan kepada badan tersebut bahwa Perjanjian Kairo dinyatakan tidak berlaku.
Araqchi menambahkan bahwa negara-negara dalam troika Eropa dan Amerika Serikat mengabaikan itikad baik Iran dengan mengajukan rancangan resolusi dalam pertemuan Dewan Gubernur. Ia menilai langkah tersebut merusak kredibilitas serta independensi badan tersebut dan mengganggu jalannya kerja sama Iran dengan lembaga internasional itu.
Duta Besar dan Perwakilan Tetap Republik Islam Iran untuk Organisasi Internasional di Wina, Reza Najafi, menggambarkan keputusan politik Dewan Gubernur terhadap program nuklir damai Iran sebagai upaya kehilangan kredibilitas yang dilakukan Amerika Serikat dan troika Eropa—Britania Raya, Prancis, dan Jerman—untuk menutupi kegagalan mereka mengaktifkan mekanisme snapback di New York.
Najafi mengatakan bahwa laporan terbaru Direktur Jenderal badan tersebut secara jelas menunjukkan bahwa situasi saat ini merupakan akibat langsung dari serangan ilegal dan provokatif yang dilakukan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan internasional.
Ia menjelaskan bahwa laporan itu menyatakan bahwa penghentian aktivitas pemantauan dan penarikan para inspektur merupakan konsekuensi yang tak terhindarkan dari serangan tersebut, dan keputusan diambil berdasarkan pertimbangan keamanan. Meski demikian, fakta-fakta yang tercatat dalam dokumen resmi itu, menurutnya, sengaja diabaikan oleh beberapa pihak.
Najafi menegaskan bahwa badan internasional itu sendiri telah mengakui bahwa pelaksanaan mekanisme pengawasan secara normal menjadi hampir mustahil akibat dampak keamanan dari serangan tersebut, sehingga para inspektur harus ditarik dari sebagian fasilitas. Meski dalam situasi itu, Iran tetap bekerja dengan itikad baik untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan pemantauan kembali dilakukan.
Ia menambahkan bahwa Iran telah menyetujui seluruh permintaan akses badan tersebut ke fasilitas yang tidak terdampak serangan, dan para inspektur dapat masuk secara penuh dan berkala.
Najafi menilai Amerika Serikat dan troika Eropa berusaha mengabaikan fakta-fakta tersebut dan mencoba menampilkan situasi seolah-olah normal, seakan tidak terjadi serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan internasional dan menyimpan bahan nuklir. Ia mengatakan negara-negara itu tetap mengajukan tuntutan yang tidak berdasar dengan pendekatan arogan dan tidak bertanggung jawab.
Najafi mengungkapkan bahwa Amerika Serikat dan tiga negara Eropa kembali mengajukan rancangan resolusi untuk memberi tekanan lebih besar kepada Iran dan mempromosikan narasi keliru mengenai realitas situasi yang ada.
Ia menyebut pihak-pihak yang mendukung resolusi tersebut sengaja mengabaikan fakta dan menutup mata terhadap konten laporan resmi badan internasional itu, yang mencatat secara jelas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
Najafi mengatakan bahwa selama Amerika Serikat dan troika Eropa tidak mampu atau tidak mau mengakui akar masalah sebenarnya, maka mereka tidak berada dalam posisi untuk mendiktekan solusi.
Iran, Rusia, Cina, Belarus, Kuba, Nikaragua, Venezuela, dan Zimbabwe mengeluarkan pernyataan bersama menanggapi langkah Dewan Gubernur IAEA. Pernyataan itu mengecam agresi yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan badan internasional tersebut.
Dalam pertemuan Dewan Gubernur pada Kamis, 20 November 2025, rancangan resolusi anti-Iran yang diajukan Jerman, Prancis, dan Britania Raya bersama Amerika Serikat akhirnya disetujui di bawah tekanan blok Barat.
Resolusi tersebut tidak memuat satu pun rujukan terhadap agresi terbaru Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas nuklir damai Iran yang terus berada di bawah inspeksi Badan Energi Atom Internasional.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Euronews



