Sebagai respons terhadap agresi Israel dan dalam rangka mempertahankan Lebanon beserta rakyatnya, Perlawanan Islam pada Jumat, 18 Oktober 2024, melancarkan 21 operasi militer. Sebagian besar operasi ini menargetkan permukiman, posisi militer, barak, dan konsentrasi pasukan Israel di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina dengan tembakan roket dan artileri.
Di medan pertempuran darat, para pejuang Perlawanan melaporkan mendeteksi pergerakan pasukan Israel di sekitar Aita al-Shaab dan Kfar Kila. Posisi tersebut kemudian diserang dengan rentetan roket dan artileri, yang dilaporkan menghasilkan serangan langsung ke sasaran.
Pada hari yang sama, ketika pasukan Israel berusaha maju ke pinggiran Aita al-Shaab untuk mengevakuasi korban sebelumnya, mereka menjadi sasaran serangan rudal dalam jumlah besar. Dalam insiden terpisah, sebuah tank Merkava terkena rudal berpemandu dan dilaporkan terbakar dengan korban di antara awaknya.
Pada hari itu juga, unit roket Perlawanan menembakkan roket ke sejumlah pangkalan militer, permukiman, dan kota di Palestina utara yang diduduki, mulai dari kawasan Haifa di barat hingga Dataran Tinggi Golan yang diduduki di timur, termasuk kota Safed dan permukiman di wilayah Galilea Hulu.
Sebagai bagian dari rangkaian operasi yang disebut “Khaybar”, serangan roket juga dilaporkan menargetkan kota Haifa dan pangkalan pertahanan udara Kiryat Elazar yang terletak di sebelah barat kota tersebut.
Selain serangan darat dan roket, tiga operasi udara menggunakan drone turut dilaporkan: dua serangan diarahkan ke pangkalan Shemer di timur Hadera dan pangkalan Nasharim di tenggara Haifa, sedangkan serangan ketiga menargetkan konsentrasi pasukan Israel di kota Safed.
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: IranWire



