Skip to main content

Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran untuk Urusan Budaya dan Perang Media menegaskan bahwa Republik Islam tidak akan pernah melemah selama darah para syuhada menjadi sumber kekuatan bangsa. Ia menambahkan bahwa Angkatan Dirgantara IRGC “semakin besar, semakin kuat, dan semakin perkasa setiap hari.”

Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi menyampaikan hal itu kepada wartawan di sela-sela upacara peringatan syahidnya Hassan Tehrani Moghaddam beserta rekan-rekannya, yang digelar Kamis pagi di Kompleks Imam Reza milik Angkatan Dirgantara IRGC. Ia menekankan bahwa rahasia keabadian Tehrani Moghaddam terletak pada kedekatan spiritualnya dengan Sayyidah Fatimah az-Zahra (sa). Menurut Shekarchi, seluruh syuhada Revolusi Islam memiliki ketulusan itu, “namun pada Tehrani Moghaddam sifat tersebut tampak sangat menonjol.”

Ia menambahkan bahwa hal serupa juga terlihat pada syuhada lain—termasuk Salami, Hajizadeh, Kazemi, dan Mahmoud Bagheri—yang disebut sebagai pilar keberhasilan industri penerbangan dan dirgantara Iran.

Shekarchi menegaskan bahwa sektor ini “terhubung dengan ruh perjuangan Sayyidah Fatimah” dan terus berkembang pesat “hingga tiba hari di mana panji ini diserahkan kepada pemiliknya yang sah di bawah bimbingan Pemimpin Revolusi Islam.”

Mengutip salah satu pesan terkenal Tehrani Moghaddam mengenai berakhirnya rezim Zionis, ia berkata bahwa “keinginan itu akan terwujud, insya Allah.”

Ia juga menyinggung absennya syuhada besar seperti Amir Ali Hajizadeh dalam upacara tersebut, seraya menegaskan: “Darah para syuhada seperti Hajizadeh terus mendidih, dan darah itu menambah kekuatan Republik Islam dari hari ke hari.” Menurutnya, setiap syahid yang naik ke derajat lebih tinggi “menjadikan Iran semakin kuat dengan kadar yang sama.”

Komandan Angkatan Dirgantara IRGC, Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi, menyatakan bahwa “pohon rudal Iran telah tumbuh semakin kokoh, dan akarnya menyebar luas” berkat pengorbanan syahid Amir Ali Hajizadeh dan syahid Mahmoud Bagheri. Ia menegaskan, “Kami akan meneruskan jalan para syuhada dengan penuh ketegasan, dan kami akan membuat musuh berlutut bila mereka melakukan kesalahan sekecil apa pun.”

Wakil Komandan IRGC, Brigadir Jenderal Ali Fadavi, juga menegaskan bahwa batasan jangkauan rudal Iran sepenuhnya mengikuti keputusan Imam dan Pemimpin Revolusi. Ia menyebut bahwa klaim pihak luar mengenai pembatasan rudal Iran “berasal dari orang-orang yang bahkan tidak memahami bidang ini.”

Ia menambahkan bahwa perjalanan memperkuat kemampuan Iran “tidak berhenti di sektor mana pun”—termasuk sektor dirgantara—dan upaya peningkatan kemampuan pertahanan terus dilakukan tanpa henti.

Dalam upacara yang digelar untuk mengenang Tehrani Moghaddam dan syuhada dirgantara lainnya, Fadavi menyinggung kembali “perang 12 hari” ketika seluruh kekuatan besar menghadapi Iran namun gagal. Ia menegaskan bahwa kemenangan saat itu merupakan pemenuhan janji Ilahi bagi bangsa yang teguh di jalan kebenaran.

Ia menambahkan bahwa selama lebih dari 47 tahun, setiap kali Iran bertindak sesuai prinsip Ilahi, kemenangan selalu diraih—sementara para “pendosa dunia” tidak mampu meraih satu pun kemenangan atas Revolusi Islam.

Fadavi juga menekankan pentingnya jihad di seluruh bidang, termasuk menghadapi perang ekonomi yang menurutnya sedang dilancarkan musuh terhadap Iran. Ia menyebut bahwa Angkatan Dirgantara IRGC telah bekerja keras meningkatkan kemampuan pertahanan, dan “jalan ini tidak akan pernah berhenti.”

Menyinggung drone Shahed-136, ia mengatakan bahwa upaya negara lain untuk meniru drone tersebut adalah bukti keberhasilan Iran. Ia mengingat kembali masa Perang Pertahanan Suci ketika Tehrani Moghaddam bertekad mengembangkan rudal, dan kini tekad itu “telah terwujud sepenuhnya, menjadi sumber kekhawatiran bagi seluruh musuh Iran.”

Di akhir pidatonya, Fadavi menyatakan harapannya akan syafaat para syuhada, seraya menegaskan bahwa seluruh syuhada Revolusi Islam dan para syahid Pertahanan Suci pertama maupun kedua berada pada derajat yang memungkinkan mereka memberi syafaat bagi keluarga dan bangsa mereka.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Tehran Times