Skip to main content

Surat kabar The Wall Street Journal merilis laporan pada Senin malam, 11 Mei 2026, yang mengungkapkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) telah meluncurkan serangkaian serangan militer rahasia terhadap sasaran-sasaran di dalam wilayah Iran. Mengutip sumber-sumber yang kompeten, laporan tersebut merinci bahwa salah satu operasi yang tidak diakui secara resmi oleh pihak Abu Dhabi adalah serangan terhadap kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, yang terletak di perairan Teluk. Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada awal April lalu.

Keterlibatan UEA dalam ketegangan regional ini semakin mendalam setelah negara tersebut membuka wilayah udara, darat, dan perairan teritorialnya bagi Amerika Serikat dan Israel untuk kepentingan operasi militer melawan Iran. Banyak serangan terhadap wilayah kedaulatan Iran yang dilaporkan diluncurkan langsung dari wilayah Emirat. Kondisi ini telah memicu kecaman keras dari Teheran dalam berbagai posisi resmi sebelumnya, yang menganggap tindakan tersebut sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan.

Sebagai bentuk balasan atas kebijakan tersebut, Iran telah merespons dengan menargetkan kepentingan-kepentingan Amerika Serikat dan Israel yang berada di dalam wilayah UEA. Eskalasi ini menandai pergeseran signifikan dalam dinamika konflik di kawasan Teluk, di mana keterlibatan langsung aktor regional seperti UEA dalam serangan ofensif ke wilayah Iran menciptakan kompleksitas baru dalam perang melawan Iran yang sedang berlangsung.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Jerusalem Post