Skip to main content

Kantor Berita Fars melaporkan pada Minggu, 3 Mei 2026, bahwa poin-poin mengenai penghentian pengayaan nuklir selama 15 tahun, penentuan nasib uranium yang diperkaya hingga 60%, serta pembebasan bertahap Selat Hormuz merupakan bagian dari proposal Amerika Serikat yang diajukan 20 hari lalu. Teheran menegaskan telah menolak keras usulan tersebut sejak awal karena dianggap tidak sesuai dengan garis merah kedaulatan negara.

Amerika Serikat dilaporkan telah memperbarui usulannya sebanyak tiga kali setelah penolakan tersebut. Informasi terbaru menyebutkan bahwa proposal AS yang terdiri dari 9 pasal kini tidak lagi mencantumkan syarat-syarat yang sebelumnya dipromosikan, mengingat pihak Washington mulai menyadari bahwa Iran tidak akan pernah menerimanya. Perubahan ini dilakukan AS demi menjaga kelangsungan proses negosiasi yang sedang berjalan.

Sebagai respons, Iran telah menyerahkan proposal balasan yang terdiri dari 14 pasal. Dalam usulan tersebut, Teheran secara tegas menolak untuk menghentikan pengayaan nuklir selama 15 tahun maupun membuka Selat Hormuz sebelum tercapainya kesepakatan final yang menyeluruh. Sikap ini mencerminkan keteguhan posisi Iran dalam mempertahankan hak kedaulatannya sebelum ada komitmen resmi yang menguntungkan kedua belah pihak dalam perjanjian nuklir tersebut.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Jerusalem Post