Pasukan pendudukan Israel melancarkan gelombang penggerebekan dan penangkapan massal di berbagai wilayah Tepi Barat pada Minggu, 3 Mei 2026. Menurut sumber lokal, operasi ini menargetkan sejumlah warga sipil, termasuk figur publik dan jurnalis di beberapa kegubernuran. Di Bethlehem, pasukan militer menyerbu kamp pengungsi Dheisheh dan menangkap jurnalis perempuan, Islam Al-Amarneh, yang juga merupakan istri dari seorang tahanan dan saudara dari jurnalis lain yang saat ini masih mendekam di penjara Israel.
Aksi penangkapan juga dilaporkan terjadi di Kegubernuran Jenin, di mana pasukan pendudukan menangkap dua saudara perempuan dari kota Qabatiya serta dua pemuda dari desa Arana setelah menggeledah rumah mereka. Selain itu, di wilayah Hebron, tentara Israel menangkap seorang kandidat yang memenangkan pemilihan kota. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemenang pemilu lainnya di wilayah yang sama dipaksa mengundurkan diri di bawah tekanan otoritas pendudukan.
Di wilayah selatan Hebron, penangkapan terhadap seorang pemuda disertai dengan penggeledahan intensif di beberapa rumah di kota Sa’ir and Al-Shuyukh. Sementara itu, di Kegubernuran Tulkarm, pasukan pendudukan melakukan penggerebekan di kota Saida dan mengubah sejumlah rumah warga menjadi pos militer di tengah pengerahan pasukan besar-besaran. Eskalasi kampanye penangkapan ini mencerminkan tekanan keamanan yang terus meningkat terhadap warga Palestina di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Anadolu Agency


