Skip to main content

Pasukan perlawanan Hizbullah melancarkan operasi serangan ganda yang menyasar unit infanteri dan tim evakuasi medis militer Israel di kota Taybeh, Lebanon Selatan, pada Minggu, 26 April 2026. Serangan pertama dilakukan menggunakan drone peledak yang menargetkan sekumpulan tentara Israel yang tengah bergerak di wilayah tersebut. Ledakan tersebut dilaporkan mengenai target secara presisi, yang mengakibatkan sejumlah prajurit langsung terkapar di lokasi kejadian dengan kondisi luka-luka dan tewas.

Sesaat setelah serangan pertama, militer Israel segera mengirimkan pasukan evakuasi tambahan yang didukung oleh helikopter medis untuk menarik para korban dari medan tempur. Namun, saat proses evakuasi sedang berlangsung, Hizbullah melancarkan serangan drone kedua yang menyasar langsung tim penyelamat tersebut. Operasi susulan ini menciptakan gelombang ledakan baru dan kepulan asap tebal, yang memicu kepanikan serta kekacauan besar di tengah pasukan pendudukan yang sedang berupaya mengamankan rekan-rekan mereka.

Pihak militer Israel secara resmi mengonfirmasi jatuhnya korban dalam insiden tersebut, dengan melaporkan satu prajurit tewas dan enam lainnya luka-luka, termasuk empat orang dalam kondisi kritis. Korban tewas diidentifikasi sebagai seorang sersan berusia 19 tahun. Insiden ini juga sempat terekam dan beredar luas di media-media lokal, memperlihatkan betapa sulitnya upaya evakuasi yang dilakukan militer Israel di bawah ancaman serangan udara yang terus berlanjut di wilayah perbatasan.

Hizbullah menyatakan bahwa rangkaian serangan ini merupakan bentuk pembelaan terhadap kedaulatan Lebanon dan tanggapan atas pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan oleh pihak Israel. Operasi di Taybeh ini menjadi pengingat akan tingginya risiko keamanan bagi pasukan pendudukan yang tetap berada di Lebanon Selatan, di mana unit-unit perlawanan tetap aktif memantau dan menargetkan setiap pergerakan militer yang dianggap mengancam keselamatan warga sipil di desa-desa sekitarnya.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency