Skip to main content

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) melalui laporan yang dikutip The Wall Street Journal pada Kamis, 23 April 2026, mengumumkan bahwa jumlah tentara Amerika yang mengalami luka-luka dalam konfrontasi bersenjata dengan Iran kini telah mencapai 400 orang. Berdasarkan data resmi tersebut, korban luka terbanyak berasal dari matra Angkatan Darat dengan jumlah 271 prajurit, disusul oleh Angkatan Laut sebanyak 64 personel, Angkatan Udara sebanyak 46 personel, dan Korps Marinir sebanyak 19 personel.

Meskipun angka cedera mengalami peningkatan signifikan seiring intensitas pertempuran di kawasan, Pentagon menyatakan bahwa jumlah kematian tentara Amerika dalam operasi militer ini masih tetap di angka 13 jiwa. Data ini mencerminkan besarnya risiko fisik yang dihadapi pasukan AS di lapangan di tengah eskalasi konflik yang melibatkan penggunaan drone dan serangan artileri berat secara masif. Laporan ini muncul di saat perdebatan mengenai biaya manusia dan strategi perang Washington di Timur Tengah terus memanas di tingkat domestik maupun internasional.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Jerusalem Post