Skip to main content

Pada Senin, 17 November 2025, seorang pemuda Palestina berusia 43 tahun ditembak pasukan pendudukan Israel di kota Al-Ram, utara Yerusalem terjajah. Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa korban terkena peluru tajam di bagian samping tubuh dan telah dipindahkan ke rumah sakit. Al-Ram—terutama area yang berdekatan dengan tembok apartheid—telah lama menjadi sasaran penembakan, penggerebekan, dan penangkapan yang dilakukan pasukan pendudukan dalam upaya menghalangi warga Palestina mencapai wilayah pendudukan 1948.

Serangan terhadap warga Palestina tidak hanya dilakukan oleh tentara pendudukan, tetapi juga oleh pemukim ilegal bersenjata. Pada hari yang sama, kelompok pemukim ilegal menyerang desa Al-Jab’a di barat daya Bethlehem. Ketua dewan desa, Dhiab Masha’la, menjelaskan bahwa lebih dari seratus pemukim ilegal menyerbu permukiman, memecah jendela rumah, merusak properti, dan membakar setidaknya dua kendaraan warga. Sementara itu, pemukim ilegal juga menyerang komunitas Badui Al-Tabna dekat Khan Al-Ahmar, timur Yerusalem, dalam pola kekerasan yang berlangsung terus-menerus dengan tujuan mengusir penduduknya.

Penyerangan ini berlangsung beriringan dengan kampanye penangkapan besar-besaran oleh pasukan pendudukan di berbagai daerah Tepi Barat. Di kamp Balata, timur Nablus, tiga warga ditangkap. Di kota Al-Bireh, pasukan menyergap sebuah restoran dan menangkap seorang pemuda bernama Muhammad Jihad Shallout. Bentrokan pecah di pusat kota, dan tentara melepaskan tembakan peluru tajam meski tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Operasi militer juga berlangsung di Ya’amun dan Jalqamous, di wilayah Jenin. Pasukan membawa unit infanteri, menggeledah rumah, menahan seorang pemuda, dan melepas tembakan ke arah warga. Meskipun tidak tercatat korban jiwa, penggerebekan berlangsung intens dan berulang. Serangan yang sama terjadi di komunitas Badui Abu Ghalia dan Al-Ara’ara dekat Anata, timur Yerusalem, di mana pemukim ilegal melempari para penggembala dengan batu, menyerang ternak mereka, dan memaksa mereka pergi dari area penggembalaan.

Pagi hari, gelombang penggerebekan terjadi di sejumlah wilayah Tepi Barat. Di Anabta, timur Tulkarm, pasukan menangkap mantan tahanan Muhammad Naji Subha hanya satu bulan setelah ia dibebaskan. Di Hebron, seorang pemuda ditangkap di Beit Ummar, sementara penangkapan lainnya terjadi di Al-Arouj, Bethlehem. Di Ramallah, pemukim ilegal mencuri peralatan pertanian dari wilayah dataran timur desa Al-Mughayir, hanya beberapa jam setelah serangan sebelumnya di mana mereka kembali memasuki lahan pertanian dengan perlindungan militer.

Tingkat kekerasan pemukim ilegal terhadap warga Palestina meningkat secara signifikan dalam beberapa minggu terakhir dan berlangsung di bawah perlindungan resmi pasukan pendudukan. Laporan Biro Nasional untuk Pertahanan Tanah dan Penolakan Permukiman mencatat bahwa pada bulan Oktober terjadi sekitar 2.350 serangan di wilayah Tepi Barat, termasuk 1.584 insiden yang dilakukan secara langsung oleh tentara Israel, mencerminkan pola agresi terorganisir yang semakin sistematis terhadap penduduk sipil Palestina.

Dilansir dari berbagai sumber.

Sumber gambar: Al Jazeera