Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, menegaskan bahwa Teheran tidak akan mundur selangkah pun dari sepuluh syarat yang diajukan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat, meskipun saat ini berada di bawah tekanan blokade laut. Rezaei menyatakan bahwa langkah Presiden Donald Trump yang menerapkan sanksi dan blokade hanyalah bentuk peperangan psikologis setelah serangkaian kekalahan militer di lapangan. Menurut beliau, Amerika Serikat sangat takut menghadapi perang jangka panjang, sementara Iran sudah sangat siap dan terbiasa dengan strategi perang atrisi yang melelahkan.
Rezaei juga memperingatkan bahwa ambisi Trump untuk menjadi “polisi” di Selat Hormuz akan berdampak fatal. Beliau menegaskan bahwa setiap upaya serangan darat oleh pasukan Amerika hanya akan berakhir dengan tertawannya ribuan tentara mereka, yang akan memakan biaya miliaran dolar bagi Washington. Pihak Iran menilai bahwa kegagalan Amerika saat ini berakar pada ketidaktahuan militer serta salah kelola politik Trump yang dianggap terlalu disetir oleh kepentingan Benjamin Netanyahu dan kelompok kapitalis tertentu.
Di sisi lain, Gedung Putih melalui juru bicara Caroline Levitt mengonfirmasi bahwa Pakistan tetap menjadi satu-satunya mediator resmi dalam pembicaraan ini. Sebuah delegasi tingkat tinggi dari Islamabad yang dipimpin oleh Panglima Angkatan Darat Asim Munir telah tiba di Teheran pada Rabu, 15 April 2026, untuk menyampaikan pesan dari Washington sekaligus membahas persiapan putaran kedua perundingan di Islamabad. Meskipun Amerika menyatakan tidak meminta perpanjangan gencatan senjata, mereka mengaku optimis terhadap upaya diplomasi yang tengah berjalan di bawah pengawasan Pakistan tersebut.
Sementara itu, tekanan domestik di Amerika Serikat mulai memaksa pemerintah fokus pada isu ekonomi, di mana Menteri Keuangan Scott Bissett berupaya menekan harga bensin hingga di bawah 3 dolar per galon sebelum September mendatang. Di tengah upaya pemulihan ekonomi tersebut, Gedung Putih juga tengah menyelidiki laporan hilangnya sejumlah ilmuwan Amerika secara misterius dalam beberapa pekan terakhir. Namun, bagi Teheran, fokus utama tetap pada superioritas di medan tempur dan keteguhan diplomatik untuk memastikan seluruh hak nasional mereka terpenuhi tanpa kompromi.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Safir



