Wakil Komandan Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ali Fadavi mengonfirmasi bahwa Iran memiliki teknologi rudal bawah air dengan kecepatan mencapai 100 meter per detik yang siap digunakan dalam beberapa hari mendatang. Ali Fadavi menegaskan bahwa saat ini hanya Iran dan Rusia yang menguasai teknologi rudal tersebut di dunia, sekaligus memperingatkan Amerika Serikat untuk bersiap menghadapi kejutan besar. Beliau juga menyatakan bahwa tidak ada satu pun kapal perang Amerika Serikat yang berani berada dalam radius 700 kilometer dari wilayah Iran karena Angkatan Laut Amerika Serikat menyadari adanya rencana khusus Teheran untuk menenggelamkan kapal induk mereka.
Dalam pernyataannya, Ali Fadavi menyoroti pemborosan uang pajak warga Amerika Serikat untuk membangun pangkalan militer di Timur Tengah yang menurutnya kini telah hancur. Selain itu, beliau menegaskan bahwa Republik Islam Iran terus memperkuat sistem pertahanan udaranya guna mencegah jet tempur musuh mendekati perbatasan. Musuh juga diminta mempertimbangkan risiko perang atrisi jangka panjang yang berpotensi meruntuhkan ekonomi Amerika Serikat dan global secara keseluruhan.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf turut memberikan komentar melalui platform X untuk membantah klaim Amerika Serikat mengenai kehancuran kapabilitas rudal Iran. Mohammad Baqer Qalibaf menjelaskan bahwa gelombang pertama peluncuran rudal skala besar Iran sebenarnya bertujuan untuk melumpuhkan radar dan sistem pertahanan musuh. Beliau menambahkan bahwa kini Iran mampu menghantam target mana pun yang dipilih dengan jumlah rudal yang lebih sedikit, sembari menyindir bahwa sistem Iron Dome milik Israel saat ini tampak seperti sebuah paradoks yang ironis.
Sementara itu, Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Majid Mousavi melayangkan tantangan terbuka kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Beliau meminta Donald Trump memerintahkan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) untuk merilis foto-foto kondisi pangkalan militer mereka sebelum dan sesudah serangan Iran, yang ia sebut sebagai pemandangan yang layak untuk dilihat. Tantangan ini muncul di tengah klaim keberhasilan operasi serangan udara Iran yang dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan pada fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan.
Menanggapi isu keamanan maritim, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi memperingatkan bahwa jika pelabuhan atau dermaga Iran terancam, maka seluruh pelabuhan di kawasan akan menjadi target sah bagi Iran. Beliau membantah keras klaim CENTCOM yang menuduh kapal-kapal IRGC bersembunyi di pelabuhan ekonomi, dan menyebut tuduhan tersebut sebagai dalih untuk menargetkan pusat ekonomi Iran. Abolfazl Shekarchi juga menyerukan kepada negara-negara tetangga untuk segera mengusir pasukan Amerika Serikat dari wilayah mereka agar tanah mereka tidak lagi dijadikan tempat persembunyian militer yang ia sebut sebagai pasukan brutal.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Press TV



