Skip to main content

Pasukan pendudukan Israel meluncurkan serangkaian serangan udara yang menargetkan beberapa kota di Lembah Bekaa, Lebanon timur, pada hari Kamis, 26 Februari 2026. Serangan ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, di mana seorang warga negara Suriah dilaporkan tewas dan sedikitnya 29 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk satu orang dalam kondisi kritis. Pesawat tempur Israel menyasar wilayah di sekitar kota Buday, Tamnin, pinggiran Harbata, serta wilayah Shamshtar, hingga mencapai pinggiran Hermel.

Rentetan serangan ini merupakan eskalasi terbaru setelah peristiwa serupa pada pekan lalu yang menyebabkan kematian sepuluh orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk anak-anak. Di antara para martir yang gugur dalam serangan sebelumnya, terdapat Hizbullah, Hussein Yaghi, yang dimakamkan bersama sejumlah rekan lainnya dengan penghormatan sebagai pejuang yang berkorban demi rakyat Lebanon. Eskalasi militer ini semakin memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut, yang seringkali menjadi sasaran operasi udara Israel dengan dalih menargetkan infrastruktur militer.

Tindakan militer ini dipandang sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati pada 27 November 2024. Selain itu, serangan tersebut dinilai melangkahi kedaulatan Lebanon serta mengabaikan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 Tahun 2006, yang seharusnya menjamin stabilitas dan penghentian permusuhan di wilayah perbatasan. Ketegangan yang terus meningkat di Lembah Bekaa mencerminkan rapuhnya kesepakatan damai di tengah agresi yang terus berulang terhadap wilayah kedaulatan Lebanon.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Al Jazeera