Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan pada hari Minggu, 1 Maret 2026, bahwa pihak Iranlah yang memegang kendali penuh untuk menentukan kapan dan bagaimana perang ini akan berakhir melalui “sistem pertahanan mosaik yang terdesentralisasi”. Dalam pernyataannya melalui akun platform X dan wawancara dengan ABC News, Araqchi menjelaskan bahwa Iran telah menghabiskan dua dekade mempelajari kegagalan militer Amerika Serikat di wilayah-wilayah tetangga untuk menarik pelajaran strategis. Beliau menegaskan bahwa pemboman yang menyasar ibu kota Teheran tidak akan melumpuhkan kemampuan perang negara, karena militer Iran saat ini jauh lebih siap dan kapabel dibandingkan dalam perang sebelumnya. Araqchi juga mengungkapkan kekecewaan mendalam atas pengkhianatan diplomasi Washington yang melancarkan agresi di tengah proses negosiasi tidak langsung yang dimediasi oleh Muscat.
Memasuki fase baru konfrontasi, Kantor Hubungan Masyarakat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan dimulainya gelombang kesembilan Operasi True Promise 4 pada hari Minggu malam, 1 Maret 2026. Serangan ini menargetkan berbagai objek vital di seluruh wilayah pendudukan serta posisi Amerika di kawasan. IRGC melaporkan bahwa gelombang serangan udara terbaru di Haifa telah menyebabkan 40 Zionis tewas dan 60 lainnya luka-luka. Media Israel juga mengonfirmasi jatuhnya rudal Iran di Yerusalem yang menyebabkan kerusakan luas dan melukai sedikitnya tujuh pemukim, sebuah angka yang diprediksi akan terus meningkat seiring proses evakuasi.
Serangan rudal di Yerusalem dilaporkan terjadi bersamaan dengan rapat kabinet Israel yang terpaksa dipindahkan ke lokasi rahasia di area yang diperkuat. Media pendudukan melaporkan gelombang baru rudal Iran menyasar situs-situs di Haifa, Jaffa (Tel Aviv), dan Yerusalem, yang memicu sirine peringatan di Galilea, Dataran Tinggi Golan, dan wilayah utara lainnya. Di Tel Aviv, bagian dari sebuah bangunan dilaporkan runtuh akibat hantaman rudal, sementara pangkalan militer Hatzerim dan area Kiryat Ono turut menjadi sasaran. Dalam serangan terbaru di wilayah tengah, Iran dilaporkan menggunakan rudal klaster yang memicu kebakaran hebat di beberapa titik secara simultan, termasuk di pusat kota Tel Aviv.
Laporan media Israel menyebutkan bahwa sekitar 70 rudal balistik telah diluncurkan dari wilayah Iran menuju Israel dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Hingga hari Minggu, 1 Maret 2026, Kementerian Kesehatan pemerintah pendudukan menyatakan bahwa total korban luka yang masuk ke rumah sakit Israel sejak dimulainya perang melawan Iran telah mencapai 706 orang. Eskalasi ini merupakan kelanjutan dari respons masif atas agresi Amerika-Israel yang mengakibatkan syahadah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei serta sejumlah tokoh penting lainnya di Teheran pada hari Sabtu kemarin. Para fuqaha dan pimpinan militer Iran memastikan bahwa operasi ofensif ini akan terus berlanjut sebagai bentuk pertahanan kedaulatan yang sah dan tidak akan berhenti hingga tujuan strategis tercapai.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Al Jazeera


