Skip to main content

Otoritas Penyiaran Israel mengungkapkan pada Senin malam bahwa lembaga keamanan negara tersebut telah mengajukan permintaan tambahan anggaran sebesar miliaran shekel guna mempersiapkan kemungkinan konfrontasi militer terhadap Iran. Permintaan ini muncul setelah serangkaian pertemuan intensif yang dilakukan antara pejabat keamanan dan kementerian keuangan baru-baru ini. Fokus utama pembicaraan tersebut adalah pengalokasian dana tambahan untuk kampanye militer baru terhadap Iran, sebuah pos anggaran yang sebelumnya tidak tercantum dalam anggaran pertahanan tahun 2026 yang telah ditetapkan sebesar 112 miliar shekel atau sekitar 36 miliar dolar AS.

Ketegangan ini semakin terlihat nyata ketika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengadakan pertemuan keamanan terbatas dengan para kepala dinas intelijen dan militer pada Senin malam guna mematangkan persiapan perang. Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari rapat Kabinet Keamanan Israel pada Minggu malam yang berlangsung selama lebih dari tiga jam dengan agenda tunggal membahas skenario pecahnya perang terbuka dengan Teheran. Pihak Israel dilaporkan terus memperbarui rencana operasional mereka seiring dengan meningkatnya aktivitas militer di perbatasan dan retorika ancaman dari kedua belah pihak.

Di sisi lain, media Israel, Channel 12, melaporkan bahwa pemerintah Israel memberikan peringatan keras terkait proses diplomasi yang sedang berjalan. Israel menganggap putaran negosiasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis depan di Jenewa sebagai kesempatan terakhir bagi Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir. Jika jalur diplomasi ini kembali menemui jalan buntu, Israel mengisyaratkan kesiapannya untuk mengambil tindakan sepihak guna menghentikan ancaman nuklir Iran, yang sekaligus menjelaskan alasan di balik permintaan dana darurat militer secara besar-besaran tersebut.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Times of Israel