Skip to main content

Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon mengumumkan pada hari Minggu, 1 Februari 2026, bahwa serangan udara Israel yang menyasar kota Harouf di distrik Nabatieh telah menyebabkan enam warga sipil terluka. Laporan dari koresponden Al-Mayadeen menyebutkan bahwa sebuah drone Israel secara spesifik menargetkan sebuah kendaraan yang sedang melintas di kota tersebut.

Insiden berdarah lainnya terjadi di kota Abba, masih di distrik Nabatieh, di mana serangan pasukan Israel mengakibatkan gugurnya seorang warga dan melukai enam orang lainnya. Kementerian Kesehatan memberikan rincian memilukan bahwa di antara para korban luka terdapat seorang anak perempuan berusia enam tahun, serta seorang remaja putri dan putra yang keduanya masih di bawah usia 18 tahun.

Selain di wilayah Nabatieh, serangan drone Israel juga dilaporkan terjadi di kota Qanarit, distrik Sidon, yang mengakibatkan satu warga terluka pada hari Minggu kemarin. Sementara itu, di distrik Bint Jbeil, posisi militer Israel yang baru dibangun di Jabal al-Bat melepaskan rentetan tembakan senapan mesin ke arah pinggiran kota Aitaroun.

Rangkaian serangan ini mempertegas terus berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap kedaulatan Lebanon serta kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati pada 27 November 2024. Militer Israel terus menggempur desa-desa dan kota-kota di wilayah selatan serta Lembah Bekaa, sekaligus mendominasi ruang udara Lebanon dengan jet tempur dan pesawat nirawak tanpa adanya tindakan pencegahan dari komunitas internasional.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Press TV