Panglima Tertinggi Angkatan Darat Republik Islam Iran, Hatami, menegaskan pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, bahwa kemampuan pertahanan Iran telah bertransformasi menjadi kekuatan lokal yang mandiri dan tidak mungkin untuk dilenyapkan oleh pihak mana pun. Ia menjelaskan bahwa seluruh elemen pertahanan, termasuk kemampuan rudal dan sistem pertahanan udara, kini berada dalam posisi yang jauh lebih tangguh dibandingkan sebelum terjadinya Perang Dua Belas Hari. Pengalaman tempur selama perang tersebut dianggap memberikan pengetahuan unik bagi angkatan bersenjata Iran dalam menghadapi taktik perang modern yang kompleks serta penguasaan teknologi militer terbaru milik musuh.
Dalam penjelasannya, Hatami mengungkapkan bahwa selama konflik tersebut, Iran harus menghadapi serangan dari berbagai lini, mulai dari perang sains, teknologi, hingga perang media. Namun, kondisi tersebut justru memungkinkan Iran untuk memetakan kekuatan serta kelemahan musuh secara akurat. Ia juga memperingatkan bahwa musuh saat ini mencoba mengeksploitasi tekanan ekonomi dan isu sosial untuk memicu kekacauan serta kekerasan di dalam negeri, namun kewaspadaan rakyat Iran terbukti telah menggagalkan rencana tersebut. Saat ini, angkatan bersenjata Iran berada pada tingkat kesiapan militer tertinggi dengan posisi “jari sudah berada di pelatuk” untuk merespons setiap pergerakan musuh di kawasan. Hatami memperingatkan bahwa kesalahan sekecil apa pun dari pihak musuh tidak hanya akan membahayakan keamanan mereka sendiri, tetapi juga stabilitas kawasan serta keamanan entitas Zionis. Ia menekankan bahwa meskipun Iran adalah negara yang cinta damai, mereka tidak akan berkompromi dalam membela kedaulatan dan rakyatnya dari ancaman perang kognitif yang bertujuan memecah belah negara.
Sementara itu, Ali Shamkhani selaku perwakilan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam di Dewan Pertahanan Iran, mempertegas posisi tersebut dengan menyatakan bahwa Iran tidak akan membatasi wilayah konfrontasi hanya di wilayah laut saja. Iran telah mempersiapkan diri untuk skenario peperangan yang jauh lebih luas dan canggih. Ali Shamkhani menegaskan bahwa prioritas absolut Iran saat ini adalah kesiapan total untuk menangkal ancaman, sementara pertimbangan lainnya berada di urutan setelahnya. Pesan yang dikirimkan kepada musuh sangat jelas: setiap tindakan yang menunjukkan niat permusuhan akan dibalas dengan respons yang efektif, proporsional, dan memiliki efek getar, termasuk kemungkinan serangan langsung ke titik-titik vital di jantung entitas Zionis.
Ali Shamkhani juga memberikan peringatan keras bahwa perluasan perang yang melibatkan negara-negara di kawasan harus menjadi kekhawatiran bersama. Berdasarkan pengalaman masa lalu, perang di wilayah geografi ini tidak akan pernah terbatas dan percikan api kecil dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran besar yang lepas dari kendali perencana awalnya. Ia juga menyinggung kehadiran militer asing yang kian besar di Teluk dan Laut Oman, menegaskan bahwa kehadiran tersebut tidak menjamin keunggulan militer bagi mereka. Iran merasa lebih menguasai medan, geografi, dan elemen pertahanan di “rumah sendiri” dibandingkan kekuatan asing mana pun. Menutup pernyataannya, Ali Shamkhani mengumumkan bahwa Iran telah membongkar rencana operasional musuh secara penuh dan siap melancarkan serangan balasan pada titik-titik krusial di waktu yang tepat jika keamanan nasional dan integritas wilayah Iran terancam oleh pihak-pihak yang mencoba mematahkan kehendak rakyat Iran melalui pamer kekuatan militer.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Borna News Agency



