Skip to main content

Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa sebanyak 15 jenazah syuhada yang dibebaskan oleh otoritas Israel melalui Palang Merah telah tiba di Kompleks Medis Al-Shifa. Dengan penambahan ini, pihak kementerian mengonfirmasi bahwa total jenazah syuhada yang telah diterima mencapai 360 jiwa. Tim medis terus melakukan penanganan jenazah sesuai dengan prosedur dan protokol medis yang berlaku, serta bekerja sama dengan otoritas dan komite terkait untuk menyelesaikan proses pemeriksaan, pendokumentasian, dan penyerahan kepada pihak keluarga masing-masing.

Sementara itu, Adnan Abu Hasna selaku Penasihat Media Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), memberikan peringatan keras mengenai dampak serius dari eskalasi yang dilakukan Israel di Yerusalem baru-baru ini. Pada hari Kamis, 29 Januari 2026, Adnan Abu Hasna mengungkapkan bahwa penghancuran gedung-gedung di dalam markas operasional UNRWA oleh buldoser Israel yang didampingi oleh pejabat pemerintah, serta pengibaran bendera Israel menggantikan bendera PBB, merupakan eskalasi yang sangat berbahaya. Ia menambahkan bahwa ancaman penyitaan lahan pusat pelatihan kejuruan di wilayah Qalandia juga semakin memperburuk situasi.

Kebijakan sepihak ini telah menyebabkan penutupan 6 sekolah dan klinik milik UNRWA, selain pemutusan aliran air dan listrik serta adanya peringatan penutupan total dalam waktu satu bulan. Langkah tersebut berdampak langsung terhadap sekitar 190.000 pengungsi Palestina di Yerusalem yang kehilangan akses terhadap layanan dasar yang disediakan oleh badan PBB tersebut. Adnan Abu Hasna menegaskan bahwa tindakan Israel merupakan ancaman serius bagi sistem PBB dan hukum internasional, yang kemudian memicu kecaman luas dari sebelas negara termasuk beberapa negara Eropa, Kanada, Jepang, dan Australia. Ia juga memuji dukungan konsisten dari Mesir, baik melalui bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza maupun langkah politik untuk mencegah keruntuhan UNRWA.

Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini melalui platform X menyampaikan bahwa tindakan Israel tersebut merupakan tingkat baru dari pembangkangan yang mencolok dan disengaja terhadap hukum internasional, termasuk terhadap hak istimewa dan kekebalan PBB. Ia melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu markas UNRWA di Yerusalem pada dini hari di bawah pengawasan anggota Knesset dan anggota pemerintah, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir. Philippe Lazzarini menekankan bahwa penghancuran gedung di dalam kompleks tersebut merupakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap badan Perserikatan Bangsa-Bangsa di wilayah pendudukan.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: TRT World