Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza pada Minggu, 16 November 2025, mengumumkan bahwa rumah sakit di Jalur Gaza telah menerima 17 jenazah dalam 72 jam terakhir, termasuk dua syahid baru dan 15 korban yang ditemukan dari reruntuhan, serta tiga warga yang mengalami luka.
Dalam keterangannya, kementerian menjelaskan bahwa masih ada sejumlah korban yang belum dapat dievakuasi karena berada di bawah puing-puing dan di jalan-jalan yang tidak dapat dijangkau akibat situasi keamanan yang sangat berbahaya.
Sejak dimulainya gencatan senjata pada 11 Oktober 2025, jumlah korban meninggal telah mencapai 266 orang dengan 635 warga terluka, sementara 548 lainnya dinyatakan pulih.
Kementerian Kesehatan juga menegaskan bahwa total korban agresi Israel terhadap Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 kini telah mencapai 69.483 syahid dan 170.706 warga terluka.
Dalam perkembangan terkait, pihak perlawanan Palestina menyatakan telah menerima daftar berisi 1.468 nama tahanan dari Jalur Gaza. Namun, menurut Hamas, otoritas pendudukan masih menahan sejumlah nama dan jumlah tahanan lainnya secara paksa di penjara-penjara dan pusat detensinya, dan hingga kini menolak mengungkapkan identitas mereka.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa lebih dari 900 pasien telah meninggal di Gaza akibat keterlambatan evakuasi medis ke luar wilayah, di tengah blokade Israel yang terus berlangsung. WHO menyebut sekitar 16.500 pasien masih menunggu persetujuan untuk dirujuk keluar Gaza, termasuk 4.000 anak yang membutuhkan evakuasi medis segera.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Tehran Times



