Skip to main content

Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, memberikan pidato mingguan yang bertepatan dengan peringatan kesyahidan Saleh al-Sammad, mantan Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman. Dalam pidatonya pada Kamis, 22 Januari 2026, ia memaparkan tinjauan mendalam mengenai perkembangan regional serta dimensi agresi yang menimpa Yaman. Sayyid Abdul Malik al-Houthi menegaskan bahwa penderitaan yang dialami rakyat Yaman merupakan hasil dari agresi yang dirancang oleh Zionisme global dan dilaksanakan di bawah pengawasan langsung Amerika Serikat, Inggris, serta entitas Zionis. Ia menyatakan bahwa koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi hanyalah pihak yang memikul beban utama dalam menjalankan kejahatan besar tersebut sesuai arahan Barat.

Sayyid Abdul Malik al-Houthi menyatakan bahwa peran Amerika Serikat sangat nyata, kontinu, dan tidak terbantahkan sejak hari pertama perang, bahkan Washington sendiri yang secara resmi mengumumkan dimulainya agresi tersebut. Ia menjelaskan bahwa motif di balik serangan ini adalah keserakahan terhadap kekayaan minyak yang sangat besar di provinsi Hadramaut, Al-Mahra, dan wilayah Yaman lainnya. Menurutnya, Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi, dan entitas Zionis berupaya menguasai sumber daya alam serta posisi geografis strategis Yaman untuk mendirikan pangkalan militer guna memajukan proyek kolonial mereka. Ia menggambarkan intensitas agresi ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang mencakup ratusan ribu serangan udara, penghancuran total infrastruktur, serta blokade menyesakkan yang konsekuensi kemanusiaannya masih dirasakan hingga saat ini.

Selain membahas Yaman, pemimpin gerakan Ansarullah tersebut juga menyinggung situasi di Republik Islam Iran. Sayyid Abdul Malik al-Houthi menekankan bahwa upaya Amerika Serikat untuk menargetkan Iran secara luas dan menyeluruh telah mengalami kegagalan total. Menurutnya, geng-geng kriminal yang berafiliasi dengan proyek Amerika di Iran telah runtuh, dan situasi di negara tersebut kini berada di bawah kendali penuh. Ia menyebut Amerika Serikat telah menderita kekalahan telak dan memalukan dalam upayanya merusak stabilitas Iran melalui berbagai konspirasi terbaru.

Dalam bagian lain pidatonya, Sayyid Abdul Malik al-Houthi menyoroti isu Gaza dan rencana politik yang sedang berkembang. Ia menegaskan bahwa apa yang disebut sebagai “Dewan Perdamaian Gaza” sebenarnya tidak lebih dari “Dewan Trump”. Ia menilai dewan ini dirancang dengan tujuan dominasi, intimidasi, tirani, serta perampasan kepentingan dan kekayaan rakyat Palestina. Sayyid Abdul Malik al-Houthi mengklarifikasi bahwa prioritas utama dewan tersebut pada fase kedua perkembangannya adalah pelucutan senjata rakyat Palestina, bahkan senjata pribadi pun masuk dalam daftar target rencana tersebut. Ia memperingatkan bahwa dewan ini hanya akan melayani kepentingan Amerika dan entitas Zionis, sementara pihak lain hanya dianggap sebagai alat untuk mencapai tujuan penjajahan, dan kebenaran pahit tentang “Dewan Trump” ini akan segera disaksikan oleh dunia dalam waktu dekat.

Sumber berita: Tasnim News

Sumber gambar: Press TV