Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan dalam panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat, 16 Januari 2026, bahwa intervensi langsung dari Amerika Serikat, entitas Zionis, dan beberapa negara Eropa dalam peristiwa baru-baru ini di Iran terlihat sangat jelas. Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa kebijakan domestik Iran didasarkan pada pelayanan kepada warga negaranya, di mana perhatian utama pemerintah adalah mendengarkan tuntutan yang sah dan memitigasi dampak buruk yang disebabkan oleh sanksi-sanksi yang tidak adil. Ia menambahkan bahwa rakyat Iran yang besar, melalui partisipasi epik dan masif tak lama setelah peristiwa tersebut, telah secara meyakinkan menggagalkan para penghasut kerusuhan dan kekacauan.
Selama pembicaraan tersebut, Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasinya atas dukungan Rusia terhadap posisi adil Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan forum internasional lainnya. Ia juga mengulas peran langsung dan campur tangan Amerika Serikat, entitas Zionis, dan negara-negara Eropa tertentu dalam kerusuhan tersebut. Selain itu, ia menyinggung hubungan kerja sama yang sangat positif antara kedua negara di berbagai bidang seperti perdagangan, investasi, transportasi, energi, dan pembangkit listrik. Menurutnya, proyek kerja sama bersama antara Iran dan Rusia berkembang sangat baik dengan pemantauan rutin setiap minggu tanpa ada laporan masalah yang berarti.
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Rusia memantau perkembangan di Iran secara saksama dan sensitif. Ia menilai apa yang disaksikan Iran dalam beberapa hari terakhir serupa dengan skenario revolusi warna. Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia sepenuhnya menyadari sanksi jangka panjang yang tidak adil telah menyebabkan masalah ekonomi dan sosial di Iran, namun ia menegaskan bahwa kekacauan dan kerusuhan tidak memiliki hubungan dengan protes damai dan sipil. Presiden Rusia juga mengutuk serangan perusuh terhadap gedung pemerintah, properti publik, fasilitas keagamaan, serta serangan kekerasan terhadap pasukan keamanan dan polisi yang didukung oleh pihak eksternal.
Vladimir Putin menyatakan bahwa pawai yang diikuti oleh jutaan warga Iran sebagai bentuk dukungan terhadap sistem, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, dan pemerintah mereka secara jelas menunjukkan hakikat situasi yang sebenarnya di Iran. Ia berharap langkah-langkah ekonomi yang diambil pemerintah Iran akan membawa perbaikan. Rusia juga berkomitmen melanjutkan upaya diplomatik untuk memperjelas posisi Iran guna mencegah peningkatan ketegangan di forum internasional. Terkait hubungan bilateral, Vladimir Putin menyambut baik penguatan hubungan yang lebih kuat dari sebelumnya dan menyatakan kepuasannya atas kemajuan proyek bersama yang terus dipantau oleh kedua presiden di tingkat tertinggi.
Sejalan dengan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menegaskan bahwa Moskow tidak mengakui sanksi ekonomi sepihak. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai pengenaan tarif 25% bagi negara mana pun yang bekerja sama secara komersial dengan Iran. Maria Zakharova menyatakan bahwa sanksi ilegal tersebut melanggar hukum internasional dan tidak akan memengaruhi hubungan perdagangan Rusia-Iran. Ia menekankan bahwa kerja sama ekonomi kedua negara adalah demi kepentingan nasional masing-masing dan tidak akan tunduk pada tekanan sanksi eksternal, ancaman, maupun intimidasi dari pihak ketiga.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Kyiv Post



