Skip to main content

Badan Antariksa Iran (ISA) secara resmi mengumumkan keberhasilan tahap awal uji coba orbital bagi tiga satelit buatan dalam negeri, yakni Zafar-2, Paya, dan Kowsar-1.5, tepat satu pekan setelah peluncurannya dari Kosmodrom Vostochny pada akhir Desember 2025. Hingga Senin, 5 Januari 2026, laporan teknis menunjukkan bahwa ketiga satelit tersebut berada dalam kondisi operasional yang stabil dan telah memasuki fase evaluasi performa subsistem secara mendalam di bawah kondisi nyata luar angkasa. Secara khusus, satelit Paya menjadi perhatian utama karena para ahli antariksa Iran harus melakukan tindakan korektif dengan presisi sangat tinggi guna mengatasi kendala stabilisasi yang sempat muncul saat proses injeksi orbital oleh roket Soyuz Rusia. Keberhasilan menstabilkan Paya menjadi bukti kematangan teknologi kendali jarak jauh Iran, di mana satelit ini kini telah merampungkan pengujian subsistem catu daya, manajemen termal, hingga kontrol orientasi, dan tengah beralih pada tahap pengujian sistem komunikasi visual.

Sementara itu, perkembangan yang tak kalah positif ditunjukkan oleh satelit Kowsar-1.5 yang telah sukses melewati serangkaian uji distribusi daya, komunikasi jarak jauh, dan penentuan posisi, sehingga saat ini siap memasuki fase krusial pengujian sistem kemudi dan pemanduan. Di sisi lain, satelit Zafar-2 juga dilaporkan memiliki stabilitas rotasi yang sangat baik setelah menyelesaikan pengujian awal terkait telemetri dan manajemen suhu. Segera setelah seluruh rangkaian uji subsistem pendukung selesai, Zafar-2 dijadwalkan memulai fungsi utamanya dalam pemantauan status serta transmisi dan penyimpanan data bumi. Ketiga satelit ini dirancang untuk membentuk konstelasi canggih yang akan merevolusi kemampuan observasi bumi Iran, mulai dari pemetaan sumber daya pertanian yang presisi, pemantauan lingkungan hidup, hingga manajemen bencana alam seperti banjir dan kekeringan di seluruh wilayah kedaulatan mereka.

Proses pengujian orbital yang dilakukan secara bertahap ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan guna memastikan setiap komponen bekerja secara optimal sebelum satelit-satelit tersebut beroperasi penuh. Keberhasilan penempatan dan stabilisasi ketiga wahana antariksa ini di orbit rendah bumi merupakan pencapaian strategis bagi industri antariksa nasional Iran, mengingat penggunaan algoritma kecerdasan buatan pada satelit Paya diklaim mampu meningkatkan kualitas pencitraan hingga resolusi tiga meter. Selain itu, pemasangan sistem propulsi pada unit-unit tersebut memungkinkan dilakukannya penyesuaian ketinggian untuk menjaga orbit dalam jangka waktu yang lebih lama. ISA menegaskan bahwa hasil teknis dari setiap tahap pengujian akan dibagikan secara transparan kepada para pemangku kepentingan sebagai bagian dari momentum kemajuan teknologi luar angkasa Iran yang kian digdaya di awal tahun 2026.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Press TV