Skip to main content

Sebagai respons terhadap agresi Israel dan demi membela Lebanon serta rakyatnya, para pejuang Perlawanan Islam telah mengukir epik kepahlawanan layaknya peristiwa Karbala selama 66 hari pertempuran darat. Mereka menghadapi lebih dari 75.000 perwira dan tentara Israel yang mencoba menginvasi Lebanon Selatan dengan dukungan ratusan tank, kendaraan militer, serta kepungan udara dan intelijen dari ratusan drone serta pesawat tempur. Perang yang dideklarasikan oleh Israel ini bermula dengan ekspektasi tinggi untuk melenyapkan Hizbullah, namun berakhir dengan kesepakatan politik gencatan senjata yang justru pertama kali diminta oleh pihak Israel setelah menerima serangkaian serangan kualitatif dan menyakitkan dari Perlawanan Islam.

Ruang Operasi Perlawanan Islam menerbitkan ringkasan lapangan bertajuk “Pernyataan No. 4638” yang menegaskan bahwa perlawanan telah menuntaskan tugasnya sesuai perintah Sekretaris Jenderal dan Syahid Tertinggi, Sayyid Hassan Nasrallah, serta penerus panji perjuangan, Syaikh Naim Qassem. Selama lebih dari 13 bulan berjihad, perlawanan berhasil meraih kemenangan atas musuh yang gagal meruntuhkan tekad maupun mematahkan kehendak mereka. Sejak peluncuran Operasi Badai Al-Aqsa pada 8 Oktober 2023 hingga 27 November 2024, tercatat sebanyak 4.637 operasi militer telah dideklarasikan, dengan rata-rata 11 operasi per hari. Dari jumlah tersebut, 1.666 operasi dilakukan selama pertempuran darat yang menargetkan posisi, barak, dan pangkalan militer, serta pemukiman dan kota-kota Israel yang membentang dari perbatasan hingga melampaui Tel Aviv.

Berdasarkan data akumulatif sejak dimulainya gerak maju darat Israel pada 1 Oktober 2024 hingga 27 November 2024, kerugian besar dialami oleh tentara pendudukan dengan lebih dari 130 tentara dan perwira tewas serta lebih dari 1.250 lainnya luka-luka. Di sisi material, perlawanan berhasil menghancurkan 59 tank Merkava, 11 buldoser militer, dua kendaraan Humvee, dua kendaraan lapis baja, dan dua pengangkut personel. Selain itu, sembilan drone musuh berhasil dijatuhkan, terdiri dari enam unit Hermes 450, dua unit Hermes 900, dan satu unit Quadcopter. Perlu dicatat bahwa angka-angka ini belum termasuk kerugian musuh di dalam pangkalan militer, situs, barak, dan kota-kota yang diduduki.

Ruang Operasi Perlawanan mengonfirmasi bahwa berkat keteguhan para pejuang di medan perang, seluruh upaya pasukan invasi untuk menduduki dan membangun basis tetap di kota-kota garis depan telah gagal total. Meskipun kota-kota tersebut telah diserang sejak awal Operasi Badai Al-Aqsa, musuh tetap tidak mampu menghentikan peluncuran rudal dan drone ke wilayah pendudukan. Hingga hari terakhir agresi, para pejuang terus menargetkan jantung pertahanan musuh langsung dari dalam kota-kota perbatasan. Menutup pernyataan tersebut, perlawanan memberikan penghormatan kepada rakyat Lebanon sebagai orang-orang paling mulia dan terhormat, yang pengorbanannya telah membuktikan bahwa kemenangan datang dari Tuhan Yang Maha Kuasa atas cita-cita yang benar, membawa mereka kembali ke rumah-rumah dengan kepala tegak dan kemenangan yang nyata.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: Al-Monitor