Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan pentingnya tetap setia pada jalur perlawanan dan menolak tunduk pada kekuatan-kekuatan angkuh dunia. Dalam pidato memperingati enam tahun syahidnya Jenderal Qassem Soleimani dan komandan Irak Abu Mahdi al-Muhandis pada Jumat, 2 Januari 2026, Pezeshkian menegaskan bahwa semangat perlawanan harus berjalan beriringan dengan komitmen kuat pemerintah dalam menjamin taraf hidup masyarakat.
Di hadapan massa yang berkumpul untuk mengenang jasa kedua panglima tersebut, Pezeshkian menggambarkan sosok Jenderal Soleimani sebagai figur teladan yang mendedikasikan hidupnya untuk membela kebenaran dan mendukung bangsa-bangsa tertindas. Menurutnya, pengaruh Soleimani melampaui batas-batas geografi Iran, di mana kehadirannya di berbagai medan tempur merupakan bukti nyata pembelaan terhadap martabat umat Islam dan kemanusiaan. Kesyahidan Soleimani dinilai justru menaikkan derajat sang jenderal ke tingkat yang lebih tinggi dan memperkuat solidaritas di tengah rakyat Iran.
Secara khusus, Pezeshkian menyoroti kebijakan domestik yang kini tengah ditempuh pemerintahannya. Ia menyatakan bahwa penunjukan posisi dalam pemerintahan sepenuhnya didasarkan pada kompetensi dan meritokrasi, sebagai bagian dari upayanya dalam menyelesaikan akar permasalahan negara. Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak menginginkan ada lapisan masyarakat yang menderita, dan kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
Pezeshkian mengungkapkan bahwa pemerintah akan segera mengumumkan keputusan strategis terkait pemberian bantuan kepada seluruh rakyat Iran. Ia secara eksplisit menyebut bahwa urusan mata pencaharian dan kesejahteraan rakyat adalah “garis merah” yang harus dijaga. Baginya, penyelesaian masalah ekonomi merupakan bentuk nyata dari melanjutkan perjuangan Soleimani di medan domestik.
Mengakhiri pidatonya, Presiden Pezeshkian memposisikan jajaran pemerintahannya sebagai pelayan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi asalkan ada kerja keras dan semangat pengorbanan demi tanah air. Komitmen ini sekaligus menjadi pesan kepada kekuatan luar bahwa Iran tetap teguh pada kedaulatannya sembari terus memperkuat ketahanan internal melalui persatuan nasional dan stabilitas ekonomi.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Press TV



