Skip to main content

Seorang perempuan Palestina tewas dan tiga orang lainnya terluka pada Minggu, 21 Desember 2025, akibat tembakan pasukan pendudukan Israel di kawasan Al-Tuffah, timur laut Kota Gaza.

Koresponden Palestinian Information Center melaporkan bahwa sebuah drone quadcopter Israel melepaskan tembakan di sekitar Jalan Jaffa, yang menyebabkan gugurnya Nuha Zuweid (48 tahun) serta melukai tiga warga lainnya dengan tingkat luka yang berbeda. Para korban luka segera dievakuasi ke fasilitas medis terdekat.

Pada hari yang sama, tiga warga Palestina lainnya tewas akibat tembakan dan penembakan artileri Israel di wilayah timur Kota Gaza, seiring berlanjutnya pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Selain itu, tiga warga lainnya tewas akibat runtuhnya sebuah rumah di bagian barat kota.

Di kawasan Shuja’iyya, timur Kota Gaza, seorang warga tewas setelah sebuah drone Israel menjatuhkan bom ke arah sekelompok warga sipil. Sumber medis menyatakan bahwa satu jenazah tiba di Rumah Sakit Al-Ma’madani setelah serangan drone quadcopter di Jalan Al-Mansoura. Para saksi mata menegaskan bahwa serangan tersebut terjadi di wilayah yang sebelumnya telah ditarik mundur oleh tentara Israel dan yang seharusnya dapat diakses warga sipil sesuai perjanjian gencatan senjata.

Dalam insiden lain di kawasan yang sama, dua warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel di dekat SPBU Al-Shawa di Jalan Al-Mansoura. Sejak pagi hari, tentara pendudukan juga dilaporkan melepaskan tembakan intensif ke berbagai wilayah timur Jalur Gaza yang berada dalam pengaturan keamanan berdasarkan kesepakatan.

Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata diberlakukan, Israel telah melakukan ratusan pelanggaran, yang menyebabkan sekitar 400 warga Palestina gugur dan 1.108 lainnya terluka.

Di sisi lain, Pertahanan Sipil Gaza mengumumkan bahwa tiga perempuan dari satu keluarga tewas dan dua orang lainnya masih hilang akibat runtuhnya sebuah rumah di kawasan Sheikh Radwan, Kota Gaza. Korban tewas adalah Iman Labad, Jana Akram Labad, dan Sundus Muhammad Labad, sementara Muhammad Saeed Labad dan Rania Muhammad Labad masih dinyatakan hilang. Rumah tersebut runtuh akibat retakan struktural parah yang disebabkan oleh pengeboman Israel sebelumnya, hingga akhirnya ambruk menimpa penghuninya.

Tim Pertahanan Sipil sebelumnya berhasil menyelamatkan tiga orang dari bawah reruntuhan dan masih berupaya mengevakuasi lima orang lainnya dengan peralatan yang sangat terbatas. Pihaknya kembali mengimbau warga yang telah kembali menempati rumah-rumah rusak dan dikategorikan berbahaya agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman, terutama di tengah musim dingin yang meningkatkan risiko runtuhnya bangunan.

Meski demikian, banyak warga menolak meninggalkan rumah mereka karena kondisi kemanusiaan yang sangat buruk, keterbatasan tempat tinggal alternatif, serta kerusakan luas akibat agresi yang telah menghancurkan ribuan rumah sejak 7 Oktober 2023.

Di tengah eskalasi kekerasan, rumah sakit di Jalur Gaza kembali membunyikan peringatan darurat. Kementerian Kesehatan Gaza menegaskan bahwa kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis telah mencapai tingkat kritis dan belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga mengancam keberlangsungan layanan kesehatan.

Direktur Jenderal Farmasi Kementerian Kesehatan Gaza, Alaa Halas, menyatakan bahwa lebih dari 52 persen obat esensial sepenuhnya tidak tersedia, sementara lebih dari 71 persen perlengkapan medis juga habis. Kondisi ini diperparah oleh blokade berkepanjangan dan pembatasan masuknya pasokan medis.

Krisis tersebut berdampak langsung pada pasien penyakit kronis, penderita kanker, pasien gagal ginjal, serta ibu hamil, yang kini menghadapi risiko komplikasi serius dan kesulitan besar dalam memperoleh perawatan. Banyak unit gawat darurat dan rumah sakit dilaporkan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan dasar medis, menyebabkan penundaan tindakan pengobatan dan memperparah krisis kesehatan di Gaza—sektor yang telah hancur akibat perang dan kini berada di ambang kolaps total.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Xinhua