Komite Internasional untuk Membebaskan Gaza hari ini mengumumkan peluncuran armada pelayaran baru menuju Jalur Gaza pada April mendatang, sebuah langkah internasional yang kembali menantang blokade israel yang telah mencekik lebih dari dua juta warga Gaza sejak 2007. Melalui pernyataan resmi di halaman Facebook mereka, panitia menegaskan bahwa pertemuan Koalisi Freedom Flotilla di Dublin, Irlandia, terus berlangsung hingga hari ini dengan partisipasi perwakilan organisasi dari berbagai negara, termasuk bergabungnya delegasi Armada Ketangguhan Global dan Inisiatif Seribu Madeleine.
Menurut laporan Al-Risala, para peserta menyepakati bahwa persiapan armada baru itu sudah memasuki tahap “penuh dan intensif”, dengan target membekali sejumlah besar kapal untuk siap berlayar mulai April. Armada ini dirancang sebagai bagian dari gerakan internasional damai yang menolak blokade israel dan kejahatannya terhadap rakyat Gaza serta rakyat Palestina secara keseluruhan. Komite menegaskan bahwa “solidaritas global dibutuhkan sekarang lebih dari sebelumnya,” terutama setelah serangkaian aksi pembajakan yang dilakukan israel terhadap armada bantuan sebelumnya, yang memicu gelombang kecaman internasional.
Komite Internasional untuk Membebaskan Gaza, sebuah inisiatif Palestina yang dibentuk pada 2009 oleh aktivis politik dan parlementer dari berbagai negara, telah lama berfungsi sebagai penggerak solidaritas dunia guna memobilisasi tekanan legal dan moral terhadap blokade israel. Dengan jaringan luas di dunia Arab, negara-negara Islam, dan Eropa, komite ini kembali menjadi poros sentral dalam menyusun aksi global yang bertujuan menembus pengepungan yang semakin digambarkan dunia sebagai bentuk hukuman kolektif yang melanggar hukum internasional.
Melalui armada baru ini, gerakan solidaritas global bertekad memperkuat pesan bahwa dunia tidak lagi bersedia diam terhadap pembantaian, kelaparan, dan penjara terbuka yang selama hampir dua dekade diberlakukan israel terhadap Gaza. Sementara rakyat Gaza terus menghadapi agresi, kelaparan buatan, serta kehancuran besar terhadap infrastruktur sipil, armada yang akan berlayar April mendatang diharapkan menjadi tonggak baru dalam konsolidasi perlawanan global terhadap blokade kolonial israel.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Reveal



