Skip to main content

Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali memburuk pada Selasa, 2 Desember 2025, setelah artileri Israel menargetkan sebuah rumah milik keluarga Sakani di kawasan Al-Sanafour, lingkungan Al-Tuffah, sebelah timur Kota Gaza. Serangan tersebut mengakibatkan dua orang tewas—salah satunya seorang anak—serta lebih dari 15 warga lainnya mengalami luka-luka.

Koresponden Al-Mayadeen di lokasi juga melaporkan adanya korban akibat tembakan langsung pasukan pendudukan Israel di lingkungan Al-Tuffah, timur laut Kota Gaza. Ia menjelaskan bahwa pasukan Israel terus melanjutkan operasi penghancuran di area yang dikenal sebagai “garis kuning” di wilayah timur kota.

Di bagian selatan Jalur Gaza, jurnalis foto Palestina Mahmoud Essam Wadi gugur setelah terkena serangan Israel di pusat Khan Younis. Jurnalis foto lainnya, Mohammed Abdel Fattah Mohammed Islih (40), mengalami luka-luka akibat terkena pecahan proyektil dari serangan tersebut.

Pendudukan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada Oktober lalu. Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan bahwa jumlah korban agresi sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 70.112 syahid dan 170.986 korban luka.

Pada hari yang sama, Pemerintah Kantor Media di Gaza mengonfirmasi bahwa jumlah jurnalis yang tewas akibat agresi Israel telah meningkat menjadi 257 orang, setelah kabar gugurnya Mahmoud Wadi, yang dikenal bekerja dengan sejumlah media lokal dan internasional.

Kantor Media tersebut mengecam keras praktik penargetan dan pembunuhan sistematis terhadap jurnalis Palestina. Mereka menyerukan Federasi Jurnalis Internasional, Federasi Jurnalis Arab, serta seluruh lembaga pers dunia untuk mengutuk kejahatan yang dilakukan secara terencana terhadap pekerja media di Gaza.

Dalam pernyataannya, kantor tersebut menegaskan bahwa Israel, beserta pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara yang dianggap turut mendukung genosida—khususnya Inggris, Jerman, dan Prancis—memikul tanggung jawab penuh atas “kejahatan keji dan brutal” yang terus berlangsung.

Mereka juga meminta komunitas internasional dan organisasi terkait dunia jurnalistik untuk segera bertindak, menekan Israel agar menghentikan genosida, melindungi jurnalis, serta membawa para pelaku pembunuhan dan penargetan ke pengadilan internasional.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Al Jazeera