Sebagai respons terhadap agresi Israel dan demi mempertahankan Lebanon serta rakyatnya, Perlawanan Islam pada Senin, 21 Oktober 2024, melancarkan tiga puluh enam operasi militer yang menargetkan permukiman, situs militer, barak, dan konsentrasi pasukan musuh di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina melalui rentetan roket dan tembakan artileri.
Di medan darat, para pejuang perlawanan menulis sebuah epos kepahlawanan di sekitar kota Tayyiba, ketika mereka berhasil menggagalkan upaya infiltrasi pasukan Israel ke pinggiran kota tersebut. Para pejuang menghadang unit musuh dengan senjata yang sesuai, mengenai sasaran dengan akurat. Mereka juga memukul mundur kekuatan lapis baja yang datang untuk mendukung unit yang disergap, memaksanya mundur di bawah hantaman peluru dan peluncur roket.
Setelah pemantauan yang cermat terhadap pergerakan pasukan Israel di sekitar desa Rubb Thalathin, para pejuang menghancurkan sebuah tank Merkava yang bergerak di Bukit Aqaba dengan rudal berpemandu, menewaskan dan melukai awaknya. Para pejuang juga menghantam konsentrasi pasukan musuh di sekitar Ayta al-Shaab, Markaba, Maroun al-Ras, Al-Adaysa, dan Kafr Kila dengan salvo roket dan tembakan artileri.
Ketika sebuah unit infanteri Israel berusaha mengevakuasi korban di pinggiran timur Markaba, para pejuang menargetkan mereka dengan salvo roket yang mengenai sasaran secara langsung.
Sebagai respons atas agresi Israel terhadap desa-desa selatan yang teguh bertahan, unit roket Perlawanan Islam membombardir sejumlah pangkalan militer, permukiman, dan kota yang diduduki di Palestina utara.
Dalam rangkaian operasi “Khaybar”, dan sebagai jawab atas seruan “Labbaik, Nasrallah,” pasukan roket perlawanan menargetkan pangkalan “Glilot” milik divisi intelijen militer serta perusahaan industri militer “Ta’as” di pinggiran Tel Aviv dengan rentetan rudal khusus.
Angkatan udara perlawanan melancarkan serangan drone ke barak “Yiftah,” menghantam sasaran dengan presisi. Unit pertahanan udara juga mencegat jet-jet tempur Israel di wilayah Zahran menggunakan rudal permukaan-ke-udara, memaksa mereka keluar dari ruang udara Lebanon.
Militer Israel mengakui bahwa tujuh belas perwira dan prajuritnya terluka dalam dua puluh empat jam terakhir akibat bentrokan dengan Hizbollah.
Sepanjang hari tersebut, sirene peringatan berbunyi tiga puluh satu kali di berbagai kawasan Palestina utara yang diduduki, khususnya di Galilee Panhandle, Galilea Hulu, Dataran Tinggi Golan yang diduduki, serta Galilea.
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: Foreign Policy



