Dalam sidang yang diwarnai perpecahan, Dewan Keamanan PBB memutuskan memperpanjang sanksi terhadap Yaman selama satu tahun ke depan, sementara Tiongkok dan Rusia memilih abstain, mencerminkan meningkatnya perbedaan pandangan internasional mengenai cara menangani krisis politik dan militer di negara tersebut.
Keputusan tersebut mencakup perpanjangan embargo senjata serta pembatasan pendanaan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, namun diambil pada saat Yaman menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Lebih dari dua pertiga penduduk mengalami kerawanan pangan, sementara kemiskinan dan pengangguran terus meningkat seiring runtuhnya perekonomian, menyusutnya lapangan pekerjaan, serta melemahnya kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar di tengah blokade dan perang berkepanjangan.
Sejumlah pengamat menilai bahwa perpanjangan sanksi tanpa kemajuan nyata dalam proses perdamaian maupun dukungan ekonomi paralel dapat memperburuk penderitaan warga sipil dan meningkatkan tekanan terhadap kelompok paling rentan, di negara yang telah dilanda konflik selama bertahun-tahun.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Yemen Online



