Iran membantah tuduhan Amerika Serikat dan Israel yang menuduhnya berupaya melakukan pembunuhan terhadap Duta Besar Israel untuk Meksiko, Einat Kranz Nieger, dengan menyebut tuduhan tersebut sebagai “rekayasa media dan kebohongan yang terang-terangan.”
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui akun X kedutaan Iran di Meksiko pada Jumat, 7 November 2025, pihak kedutaan menegaskan bahwa tuduhan tersebut “bertujuan merusak hubungan bersahabat dan bersejarah antara Iran dan Meksiko,” serta menyampaikan penolakan mutlak terhadap klaim tersebut. “Ini bukan kali pertama mereka mencoba merusak hubungan Iran dengan negara-negara lain dengan menyebarkan berita palsu,” tulis pernyataan itu.
Kedutaan Iran juga menekankan bahwa kedua negara memiliki “kepentingan yang identik” dan bahwa penghormatan terhadap hukum Meksiko merupakan prioritas tertinggi bagi Iran. “Keamanan dan reputasi Meksiko terikat pada keamanan dan reputasi Iran. Kami tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan pemerintah Meksiko kepada kami. Menodai citra baik rakyat Meksiko berarti menodai kepentingan kami sendiri,” tegas pernyataan tersebut.
Teheran menolak keras tuduhan anti-Semitisme yang dikaitkan dengan insiden ini, menyebutnya sebagai “kebohongan terang-terangan yang dibuat oleh pendudukan Zionis.” Iran menegaskan bahwa terdapat lebih dari seratus sinagoga di seluruh wilayah Iran, “semuanya terbuka untuk umum tanpa perlu penjagaan keamanan.” Kedutaan juga menambahkan bahwa tidak ada laporan mengenai pelecehan verbal atau diskriminasi terhadap komunitas Yahudi yang besar di Iran selama agresi militer Israel terhadap Iran pada Juni lalu.
Pernyataan ini muncul setelah sejumlah pejabat AS dan Israel menuduh Iran berupaya melakukan pembunuhan terhadap Duta Besar Israel di Meksiko, sebagaimana dilaporkan oleh beberapa media Barat. Namun, otoritas Meksiko segera membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataan bersama pada Jumat, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keamanan Meksiko menyatakan bahwa mereka “tidak memiliki laporan apa pun mengenai dugaan upaya pembunuhan terhadap Duta Besar Israel di Meksiko.”
Meskipun Meksiko secara resmi menolak tuduhan itu, sejumlah pejabat AS dan Israel—yang berbicara tanpa menyebut nama—mengklaim bahwa “otoritas Meksiko, dengan bantuan badan intelijen AS dan Israel, berhasil menggagalkan rencana Iran untuk membunuh Duta Besar Israel di Meksiko,” sebagaimana dilaporkan Associated Press. Namun, para pejabat tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai bagaimana rencana itu diduga ditemukan atau digagalkan.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS tidak memberikan penjelasan langsung atas bantahan resmi pemerintah Meksiko. Kementerian Luar Negeri Israel, di sisi lain, menyampaikan ucapan terima kasih kepada aparat keamanan Meksiko atas apa yang disebutnya sebagai “penggagalan upaya pembunuhan,” namun juru bicara Kedutaan Israel di Meksiko menolak memberikan komentar lebih lanjut atas pernyataan itu.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Anadolu Agency


