Skip to main content

Mohammed Al-Farah, anggota senior Biro Politik Ansarullah, memberikan tanggapan keras terhadap ancaman terbaru yang dilontarkan oleh Menteri Keamanan Pendudukan Israel, Israel Katz.

“Kami tidak akan membiarkan seorang penjahat mengancam kami,” tegas Al-Farah, yang secara langsung menyebut nama Katz.

Ia menambahkan, “Kalian telah gagal mencapai tujuan-tujuan militer kalian. Kerapuhan posisi kalian dan kontradiksi dalam narasi kalian kini telah terlihat jelas oleh dunia.”

Al-Farah juga mengecam kepemimpinan Zionis karena gagal membebaskan tawanan mereka dari Gaza, meskipun telah mendapat dukungan dari intelijen Amerika Serikat dan Barat.

Pada pertengahan Oktober, Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, menyatakan bahwa negaranya akan tetap waspada dan sepenuhnya siap siaga, sembari memantau secara cermat pelaksanaan kesepakatan untuk mengakhiri agresi terhadap Gaza dan memungkinkan masuknya bantuan ke wilayah tersebut.

Dalam pidatonya memperingati ulang tahun ke-62 Revolusi 14 Oktober, al-Mashat menegaskan kesiapan pasukan Yaman untuk merespons setiap perkembangan terkait kesepakatan Gaza.

Ia menekankan bahwa “pengorbanan yang telah diberikan oleh rakyat Yaman berada di hadapan Allah, dan hal itu hanya akan memperkuat tekad serta keteguhan mereka untuk tetap berpegang pada posisi yang benar dan adil, seberapa besar pun pengorbanannya.”

Al-Mashat juga mengungkapkan bahwa “pekerjaan tengah dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan militer di semua lini, agar pasukan mampu menghadapi teknologi militer modern milik musuh.”

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Al Jazeera