Skip to main content

Dalam rangka mengenang catatan perang Israel tahun 2024 di Lebanon, Media Militer Hizbullah pada Jumat, 4 Oktober 2024, merilis rincian peristiwa hari kesebelas agresi, menyoroti keberanian para pejuang perlawanan di garis depan.

Hari itu adalah Kamis, 3 Oktober 2024 — sepuluh hari setelah pecahnya perang dan hampir sepekan pasca kesyahidan Sayyid Hasan Nasrallah.

Meski menghadapi gempuran besar, pejuang perlawanan Hizbullah menunjukkan tingkat keteguhan dan keberanian luar biasa. Mereka merebut kembali inisiatif pertempuran dan meningkatkan intensitas serangan rudal serta drone terhadap Israel, sembari terlibat dalam bentrok sengit melawan pasukan pendudukan di desa-desa perbatasan.

Menurut pernyataan Media Militer Hizbullah, pada hari itu tercatat 32 operasi militer dilakukan oleh perlawanan Islam “sebagai respons terhadap agresi Israel dan demi membela Lebanon serta rakyatnya.”

Para pejuang menghujani wilayah pendudukan dengan rudal dan drone, serta menghadapi secara gagah setiap upaya penyusupan pasukan Israel ke wilayah Lebanon.

Dalam operasi darat, pasukan perlawanan Hizbullah meledakkan alat peledak terhadap satuan Brigade Golani di daerah Tartira, kota Maroun al-Ras, ketika pasukan tersebut berusaha menyusup dari sisi barat kota. Ledakan itu menyebabkan sejumlah korban tewas dan luka di pihak musuh.

Pasukan perlawanan juga meledakkan dua alat peledak tambahan terhadap satuan lain yang mencoba maju ke arah kota. Ketika pasukan infanteri Israel berusaha menyusup menuju pemakaman kota Yaroun, Pejuang Perlawanan Islam menargetkan mereka dengan alat peledak jenis Sajil, menewaskan dan melukai sejumlah tentaranya.

Dalam serangan rudal dan drone hari itu, tentara pendudukan Israel mengeluarkan pernyataan bahwa mereka mendeteksi peluncuran 25 roket dari wilayah Lebanon pada pagi hari, dan sebuah drone meledak di kawasan Galilea Barat.

Media berbahasa Ibrani melaporkan rudal Hizbullah menghantam langsung sebuah bangunan di daerah Ya‘ra, Galilea Barat. Helikopter-helikopter terlihat mendarat di wilayah pendudukan untuk mengevakuasi korban luka dari jajaran tentara Israel akibat bentrokan langsung dengan pasukan Hizbullah.

Masih pada hari yang sama, 85 roket dan mortir diluncurkan ke arah kawasan perbatasan dekat permukiman Israel Metula hanya dalam waktu satu jam.

Tentara pendudukan kemudian mengumumkan satu perwira tewas dan 39 tentaranya luka-luka dalam pertempuran dengan pejuang perlawanan Hizbullah.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: World Politics Review