Hizbullah mengonfirmasi keberhasilan unit pertahanan udara mereka dalam menembak jatuh sebuah pesawat nirawak canggih milik militer Israel jenis Heron 1 di atas ruang udara kawasan Nahla, wilayah Bekaa, pada Kamis, 11 Juni 2026. Operasi pencegatan yang berlangsung pada pukul 16.00 waktu setempat tersebut diluncurkan dengan menggunakan jenis rudal khusus yang memiliki kualifikasi akurasi tinggi. Beberapa jam sebelumnya, tepatnya pada pukul 10.45, unit pertahanan udara perlawanan juga berhasil menghadang pergerakan drone intai Israel jenis Hermes 450-Zik di ruang udara wilayah Al-Tuffah menggunakan rudal darat ke udara, yang memaksa pesawat nirawak tersebut berbalik arah dan mundur dari zona udara Lebanon.
Di samping operasi pertahanan udara, komando perlawanan meluncurkan rangkaian serangan balasan terarah guna membidik titik kumpul pasukan dan armada kendaraan taktis militer Israel di sepanjang perbatasan selatan. Pada dini hari pukul 00.40, pejuang Hizbullah menghujani konsentrasi kendaraan dan prajurit pendudukan di area Al-Rajman, sekitar kota Tayr Harfa, dengan gelombang tembakan roket. Serangan serupa kembali diulang untuk kedua kalinya di titik yang sama pada pukul 00.50 menggunakan salvo roket guna memastikan kehancuran target. Ketegangan berlanjut pada pukul 09.30 ketika unit udara perlawanan mengerahkan helikopter serang Ababil untuk membidik satu unit kendaraan taktis Hummer dan sebuah tank Merkava milik Israel di Khallat al-Raj, kawasan kota Deir Siryan.
Penggunaan unit helikopter serang Ababil kian intensif di beberapa sektor strategis lainnya pada hari yang sama. Pada pukul 12.50, sebuah tank Merkava Israel menjadi sasaran hantaman helikopter Ababil saat bergerak di jalur Saf al-Hawa, kota Bint Jbeil. Secara simultan, pejuang perlawanan juga membidik posisi artileri baru yang didirikan oleh militer Israel di kota Al-Adisa, termasuk sebuah kendaraan pengangkut amunisi yang terparkir di dekat posisi tersebut menggunakan dua unit helikopter Ababil. Masih di lokasi yang sama pada pukul 12.50, helikopter Ababil menghantam sekelompok tentara Israel yang mencoba melarikan diri dari kendaraan militer Yaghi di dekat pos artileri baru tersebut. Sektor selatan Al-Adisa, tepatnya di situs Jall al-Hammar, juga tidak luput dari serangan dua drone bunuh diri pada pukul 16.30, melengkapi operasi udara yang dimulai sejak Rabu sore pukul 17.30 di mana satu skuadron drone penyerang berhasil menghantam situs militer baru Nimr al-Jamal.
Komando perlawanan Islam menegaskan bahwa seluruh operasi militer berskala besar ini merupakan bagian dari kewajiban defensif demi melindungi kedaulatan Lebanon beserta rakyatnya. Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas tindakan militer Israel yang secara konsisten merusak koridor gencatan senjata melalui berbagai serangan udara dan artileri yang membidik desa-desa di Lebanon Selatan, yang telah mengakibatkan gugurnya sejumlah warga sipil serta melukai puluhan lainnya. Bersamaan dengan pengumuman operasi tersebut, media militer Hizbullah merilis rekaman video yang mendokumentasikan keakuratan serangan drone mereka terhadap titik kumpul tentara Israel di sekitar Benteng Beaufort yang bersejarah, serta dokumentasi visual mengenai operasi helikopter serang Ababil yang membidik posisi prajurit pendudukan di kota Khiam pada 5 Juni 2026 lalu.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Anadolu Agency


