Skip to main content

Televisi resmi pemerintah Iran melaporkan terjadinya rentetan ledakan di sejumlah wilayah pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa rangkaian suara ledakan pertama terdengar di kawasan Abyek, dekat kota Qazvin, yang kemudian terjadi secara simultan dengan laporan dua ledakan besar di kota pelabuhan penting, Bandar Abbas, di bagian selatan negara tersebut.

Eskalasi serangan udara ini juga menjangkau wilayah Provinsi Alborz yang terletak di sebelah barat ibu kota Tehran. Berdasarkan laporan berkala di lapangan, suara ledakan keras terdengar bergemuruh di kota Karaj, berbarengan dengan deteksi pergerakan sejumlah pesawat nirawak atau drone yang melintas di area Nazarabad di provinsi yang sama. Guna memberikan klarifikasi mengenai radius dampak serangan, Gubernur kota Eshtehard menjelaskan bahwa suara ledakan yang terdengar sangat keras oleh warga di wilayahnya kemungkinan besar bersumber dari titik benturan di luar batas administrasi kota. Otoritas setempat menduga kuat bahwa suara tersebut berasal dari kompleks ledakan yang mengguncang kota Malard, sebuah kawasan yang masuk dalam wilayah administrasi Provinsi Tehran.

Rangkaian serangan udara ini memicu dampak fatal setelah televisi pemerintah Iran memastikan adanya korban jiwa dari kalangan warga sipil akibat agresi militer Amerika Serikat yang membidik area Kargan di wilayah Minab. Serangan di wilayah tersebut terjadi bersamaan dengan terdengarnya tiga ledakan hebat yang mengguncang kota Sirik serta kawasan selatan Bandar Abbas.

Sementara itu, unit pertahanan udara Iran di wilayah industri Asaluyeh dilaporkan berhasil mengintersepsi satu unit rudal jelajah musuh yang mencoba menerobos ruang udara strategis tersebut. Kendati sempat beredar kepanikan mengenai potensi kerusakan infrastruktur energi nasional, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai adanya kerusakan akibat serangan di fasilitas kilang minyak setempat. Gubernur kota Asaluyeh secara tegas membantah rumor yang beredar di media sosial dengan menyatakan bahwa tidak ada ledakan yang terjadi di dalam area kota dan memastikan bahwa seluruh informasi mengenai keberhasilan serangan terhadap objek vital kilang minyak di wilayahnya merupakan kabar palsu.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Bloomberg