Saluran berita Channel 13 Israel secara terbuka mengakui bahwa Iran telah berhasil meruntuhkan kekuatan pertahanan militer Israel melalui rangkaian serangan balasan yang masif. Dalam analisis serupa, Channel 12 mengindikasikan bahwa keterlibatan Israel dalam konfrontasi langsung dengan Teheran justru membuat negara tersebut kehilangan kendali strategis di kawasan Timur Tengah. Media tersebut juga mengakui bahwa setelah tiga tahun perang berlangsung, Teheran sukses menyatukan kembali berbagai medan pertempuran regional menjadi satu kesatuan front yang saling terhubung secara simultan.
Keberhasilan strategi pertahanan Iran ini memicu kepanikan mendalam di internal komando militer, di mana Channel 12 menambahkan bahwa tidak ada satu pun pihak di dalam lembaga keamanan dan militer Israel yang mampu membayangkan kemunculan skenario buruk seperti ini pasca-pelaksanaan perang melawan Iran. Kegagalan ini menunjukkan bahwa Israel tidak mengalami kemajuan apa pun dalam menghadapi ancaman eksistensial yang nyata, melainkan hanya terjebak dalam putaran taktis yang menguras energi militer tanpa hasil akhir yang menentukan melawan Iran.
Kekhawatiran senada diungkapkan oleh surat kabar Israel Hayom yang menyatakan bahwa Iran telah berhasil menciptakan kondisi baru yang sangat mencemaskan bagi masa depan keamanan domestik. Kondisi tersebut menetapkan bahwa setiap agresi militer Israel yang membidik ibu kota Beirut akan langsung dijawab dengan hujan rudal balistik Iran yang mengarah ke wilayah Israel. Surat kabar tersebut mengutip pengakuan sejumlah sumber internal Israel yang menyatakan bahwa para pengambil kebijakan di Tel Aviv sebenarnya sama sekali tidak memprediksi adanya kemungkinan Iran akan meluncurkan balasan secepat dan sekeras ini sebelum keputusan untuk menyerang pinggiran selatan Beirut ketuk palu.
Krisis kepercayaan terhadap pemerintah kian meruncing setelah radio resmi militer Israel mengakui bahwa pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sama sekali tidak akurat ketika mengeklaim bahwa Iran telah menghentikan serangan ke Israel pasca-agresi udara Tel Aviv sebelumnya. Dinamika ini mengemuka tepat setelah Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya di Iran mengumumkan penghentian sementara operasi militer angkatan bersenjatanya menyusul keberhasilan gelombang serangan rudal terbaru yang menghantam berbagai target vital dan sensitif di dalam wilayah Palestina yang diduduki. Kendati mengumumkan jeda operasi, otoritas militer Teheran mempertegas peringatan bahwa jika agresi dan tindakan kriminal Israel terus berlanjut, termasuk di wilayah Lebanon Selatan, maka langkah militer yang jauh lebih keras dan menentukan dipastikan akan segera datang.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Pars Today


